Topik
Infografis
Asing Buang Saham Bursa Kembali Terguncang
TEMPO Interaktif, Jakarta - Aksi lepas saham yang kembali dilakukan oleh investor kembali mengguncang bursa domestik. Kekhawatiran inflasi dan ketidakpastian kenaikan suku bunga membuat investor asing membuang saham. Alhasil indeks kembali tumbang.
Pada perdagangan Jumat (21/1) Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia kembali merosot tajam 74,57 poin (2,16 persen) ke level 3.379,54.
Investor asing hari ini mencatat penjualan bersih sangat besar Rp 1,04 triliun. Saham yang berpindah tangan mencapai 3,8 miliar unit, dengan nilai transaksi Rp6,8 triliun, serta frekwensi 119 ribu kali. Sebanyak 179 saham rontok, hanya 48 saham yang naik, serta 78 saham lainnya stagnan.
Analis dari PT Millenium Danatama, Abidin menjelaskan aksi buang saham yang dilakukan oleh investor asing membuat bursa local kembali jatuh sangat dalam. Ditambah lagi bursa regional sebagian besar juga mengalami koreksi. “Saham sektor konsumsi dan perkebunan memimpin kejatuhan indeks,” tuturnya.
Kecemasan yang berlebihan terhadap inflasi membuat investor asing menuntut kenaikan suku bunga dan untuk sesaat mereka keluar dari bursa saham sampai ada kejelasan mengenai inflasi dan suku bunga. Turunnya harga minyak dan diikuti oleh komoditas lainnya membuat saham komoditas berjatuhan.
“Secara teknikal indeks saat ini juga sudah memasuki tren turun untuk jangka pendek,” papar Abidin.
Setelah merosot dibawah level 3.400, pekan depan indeks masih berpeluang mengalami tekanan dengan target berikutnya ke 3.350 dan selanjutnya ke 3.300.
Saham – saham yang menyeret kejatuhan indeks diakhir pekan ini antara lain: Astra Agro Lestari anjlok Rp 1.050 menjadi Rp 22.300, Unilever terkoreksi Rp 1.000 menjadi Rp 14.250 per saham, serta PTBA juga melemah 1.400 menjadi Rp 20.550 per saham.
VIVA B. KUSNANDAR





