foto

(Ilustrasi: Unay Sunardi)

Teknisi Tewas, Polisi Periksa Tiga Saksi Karyawan Hotel Fashion  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kepolisian Sektor Sawah Besar memeriksa tiga saksi dari karyawan Hotel Fashion terkait tewasnya seorang teknisi hotel yang jatuh dari lantai 9, Jumat (21/1) siang kemarin. Polisi juga memutar ulang rekaman CCTV untuk melihat penyebab terjatuhnya teknisi bernama Ahmad Bahrurrodji itu.

Kepala Kepolisian Sektor Sawah Besar, Komisaris Polisi Luthfi Sulistiawan, menerangkan, pihaknya tengah memeriksa satu karyawan hotel dan dua rekan kerja--yang seprofesi dengan Ahmad. Ketiganya, menurut Luthfi, dinilai mengetahui kronologis jatuhnya korban. "Keterangan mereka akan dikomparasi juga dengan rekaman CCTV," ujarnya, Sabtu (22/1) siang.

Luthfi menyampaikan, Ahmad memang teknisi yang baru sebulan kerja di hotel yang terletak di Jalan Gunung Sahari XII, Nomor 2A, Sawah Besar, Jakarta Pusat itu. Dugaan awal polisi, kata Luthfi, kejadian ini merupakan kecelakaan murni. "Namun tetap ada kemungkinan lain. Sebab itu dalam waktu dekat kami akan lakukan rekontruksi ulang," tuturnya.

Blog humas Polda mencatat, Ahmad yang berusia 21 tahun, ditemukan meninggal dunia setelah jatuh dari lantai 9. Wajah dan kepala sebelah kanannya hancur, sementara kaki kirinya patah.

Sebelum terjatuh, korban sedang mencoba mengaktifkan lift dari lantai 9. Namun entah kenapa, Ahmad yang memakai baju dan celana biru, terjatuh. Jenazah Ahmad kini sedang divisum di Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo.

Pihak hotel sendiri tidak bersedia memberi keterangan. Ayu, sang resepsionis, mengaku tidak berani memberi komentar apa-apa, karena tidak diberi kewenangan atasannya untuk bercerita. Begitu juga dengan Reni, sekuriti perempuan, yang pada saat kejadian berada di lokasi. "Tunggu saja manajer hotel. Dia baru datang malam nanti," ujarnya kepada Tempo, Sabtu (22/1) sore.

HERU TRIYONO