Razia bonek. ANTARA/Syaiful Arif
Topik
Pasca Bentrok Suporter, Stasiun Kereta Siaga
TEMPO Interaktif, Bojonegoro - Pengelola Stasiun Bojonegoro dan Cepu siaga menghadapi arus balik suporter bonek dari Jakarta ke Surabaya menyusul perkelahian antar-suporter yang mengakibatkan satu tewas, satu luka parah di Lamongan, Sabtu (22/1) petang.
Menurut Kepala Stasiun Cepu, Suprapto, menghadapi arus balik suporter bonek ini, pihak stasiun Bojonegoro-Cepu dan Lamongan sudah berkoordinasi dengan polisi. Artinya, pada arus balik nanti akan ada pengamanan ekstra. "Sudah kita antisipasi itu," tegasnya pada Tempo yang dihubungi lewat telepon, Minggu (23/1) pagi.
Nantinya, pada saat kepulangan Kereta Kertajaya yang ditumpangi suporter bonek, akan diperketat penjagaannya, mulai dari pengetatan karcis di atas kereta, juga pengamanan polisi saat perjalanan, serta penjagaan di stasiun-stasiun antara Cepu-Bojonegoro dan Lamongan sepanjang 115 kilometer.
Dia mengatkan begitu terjadi kasus penganiayaan di atas kereta api Kertajaya pada Sabtu petang, pihak Stasiun Lamongan langsung mengontak Stasiun Bojonegoro. Lalu, informasi itu disampaikan ke Polres Bojonegoro untuk dilakukan pemeriksaan dan pengetatan penumpang di Stasiun Bojonegoro. Hasilnya, ada sekitar 35 penumpang gelap yang tidak membayar karcis. Mereka kemudian diturunkan, dan diangkut ke Kantor Polres Bojonegoro.
Menurut Suprapto, pada arus balik yang diperkirakan pada Minggu malam atau Senin (24/1) pagi, kemungkinan pihak PT Kereta Api di Jakarta langsung melakukan pengetatan, mulai dari pembelian karcis, pengamanan di atas kereta dan juga penjagaan suporter agar tidak berulah saat dalam perjalanan.
Juru Bcara Polres Bojonegoro, Ajun Komisaris Ariadi, mengatakan polisi tetap standby di stasiun-stasiun baik dari Lamongan maupun dari Cepu. Polisi juga memperketat penjagaan ketika kereta api yang ditumpangi suporter bonek berhenti di stasiun. "Untuk menghindari perkelahian," tegasnya, Minggu (23/1) siang.
Seperti diketahui, satu orang tewas dan satu orang mengalami luka parah dianiaya suporter bonek yang naik Kereta Kertajaya jurusan Surabaya-Jakarta, Sabtu (22/1) petang. Sebelum menganiaya dua warga Lamongan, para bonek sempat melakukan perusakan di rumah-rumah yang dilewati kereta api.
Korban tewas bernama Gilang, 25 tahun, warga Perumahan Daerah Deket, Lamongan, dan korban luka parah atas nama Teguh alias Karembo, 30 tahun, warga Lingkungan Dapurlor, Kelurahan Sidokumpul, Lamongan. Polisi gabungan Polres Lamongan dan Bojonegoro, mengusut kasus kekerasan yang terjadi di atas kereta api Kertajaya ini.
Atas kasus ini, sebanyak 31 suporter bonek diamankan di Kepolisian Resor Bojonegoro, Sabtu (22/1) malam. Meski demikian, polisi belum menetapkan tersangka kasus itu.
SUJATMIKO





