foto

Batavia Air. TEMPO/Subekti

Calon Penumpang Batavia Air Tewas Terjatuh dari Anjungan Terminal 1C

TEMPO Interaktif, TANGERANG - Randa Ibrahim, 27 tahun calon penumpang Batavia Air tewas terjatuh dari anjungan ruang tunggu terminal I C Bandara Soekarno Hatta, pukul 3.00, Selasa (25/1), pagi ini. Warga Desa Parakamuncang, kecamatan Nango Kabupaten Bogor ini tewas seketika dengan kepala pecah setelah terjatuh dari ketinggian empat meter. ”Diduga korban tertidur saat menunggu penerbangan,”ujar General Manager Terminal I Bandara Soekarno Hatta, Eduardus Rumyaan kepada Tempo pagi ini.

Menurut Eduardus, korban merupakan calon penumpang Batavia Air tujuan Jakarta-Manado yang kemungkinan terjatuh ketika sedang tertidur saat menunggu penerbangan pagi. Menurutnya, lokasi Randa terjatuh berada di atas lobi terminal dekat toilet. ”Dia tertidur di tangga berupa undakan di atas lobbi terminal,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, Randa yang saat itu bepergian seorang diri menunggu pesawat yang akan menerbangkannya ke Manado, pukul 9.00 dari terminal I C Bandara Soekarno Hatta. Ia tiba di Bandara Soekarno Hatta sejak pukul 1.00 dinihari dan langsung tertidur di anjungan. Sekitar pukul 3.00, Randa terjatuh dari anjungan setinggi empat meter.

Kepalanya menghempas lantai keramik dan mengalami luka para dan bagian wajah dan kepala. Ia langsung dilarikan ke Klinik Bandara Soekarno Hatta, namun nyawanya tidak tertolong lagi. Jenazah Randa, saat ini masih di Rumah Sakit Usada Insani.

Kardi, ayah angkat Randa saat ditemui di Rumah Sakit Usada Insani mengaku tidak ada firasat apa-apa soal kematian anaknya tersebut. ”Dia anak yang sangat pendiam,” kata Kardi. Siang ini, jenazah Randa akan langsung disemayamkan di Bogor.

JONIANSYAH