ANTARA/Eric Ireng
Topik
Infografis
BI Tak Khawatir Redenominasi Terkendala Inflasi
TEMPO Interaktif, Jakarta -Bank Indonesia akan tetap melanjutkan pelaksanaan redenominasi (penyederhanaan nominal) mata uang rupiah mulai tahun ini. Tahapan pertama adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Bank sentral menyatakan tak khawatir terhadap angka inflasi Indonesia yang diproyeksikan masih akan lebih tinggi dibanding negara Asia Tenggara lainnya. Sebelumnya, sejumlah ekonom mengkhawatirkan gagalnya redenominasi dan pembentukan mata uang tunggal ASEAN jika inflasi tetap tinggi.
Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatatakan tak khawatir karena saat terbentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015, inflasi Indonesia sudah rendah. Darmin menilai, ke depan tren inflasi terus menurun. "Inflasi tahun ini, inflasi kita, jelas arahnya turun," terang Gubernur Bank Indonesia di Gedung BI, Senin malam (24/1) .
Soal tren inflasi ini, sebelumnya, Kepala Riset Ekonomi Direktorat Kebijakan Moneter Bank Indonesia Iskandar Simorangkir juga menerangkan, inflasi memang sempat tak terkendali beberapa tahun sebelum 1965, tapi trennya kemudian menurun.
Ia bahkan optimis, inflasi Indonesia jangka panjang bisa mencapai 3 persen. "Inflasi kita tahun lalu 3 sekian persen. Kalau lihat tren jangka panjang, plot inflasi dari tahun ke tahun, dalam jangka panjang, kalau di rata-ratakan, dia menurun mengarah ke 4 sampai 3 persen, kala, tidak ada gangguan struktural seperti gejolak politik, kita bisa 3 persen," katanya.
FEBRIANA FIRDAUS





