foto

ANTARA/Yudhi Mahatma

BI: Redenominasi Justru Turunkan Inflasi  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Rochadi mengatakan tak perlu khawatir dengan penyederhanaan nominal (redenominasi) mata uang rupiah. Menurutnya, berdasar pengalaman pelaksanaan di negara lain, redenominasi justru berhasil menurunkan tingkat inflasi.

"Turki melakukan redenominasi dan angka inflasinya turun," papar Budi. Dan imbasnya, pertumbuhan ekonomi Turki lebih tinggi.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A Sarwono mengakui pelaksanaan redenominasi di tengah risiko tekanan inflasi saat ini menjadi tantangan bagi bank sentral.

Hartadi menambahkan, meski redenominasi menjadi agenda besar, bank sentral tetap mengutamakan kewajibannya mengendalikan inflasi. "Kami cari sumber-sumber penyebab inflasinya, koordinasi dengan pemerintah, itu yang tepat," katanya.

Sebelumnya, mimpi redenominasi Bank Indonesia dinilai tak mendesak dilakukan saat ini. Alasannya, faktor tingginya inflasi masih menjadi salah satu kendala prasyarat stabilitas.

"Mimpi BI soal redenominasi kabur," ujar Kepala Pusat Studi Ekonomi Bank Permata A Tony Prasetiantono menyatakan di acara Dialog Perbankan Tahun 2011 di Gedung Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia, Senin (24/1).

Sebab, ancaman inflasi tahun ini masih membayangi. Tony bahkan memperkirakan, inflasi Januari lebih dari 0,5 persen, sehingga inflasi year on year bisa tembus 6,6 persen.

FEBRIANA FIRDAUS