foto

Media Center yang difasilitasi oleh panitia Muktamar Muhammadiyah ke-46 di kantor BPPTK, Jalan Cendana, Yogyakarta, Minggu (4/7). Belasan komputer baru dan konsumsi disediakan untuk wartawan yang meliput kegiatan muktamar. Tempo/Arif Wibowo

Laba Texas Instrument melonjak 44 Persen

TEMPO Interaktif, San Francisco — Texas Instrument Inc (TI) pada hari Senin (24/1) waktu setempat melaporkan laba kwartal IV 2010 melonjak 44 persen didukung oleh meningkatnya keuntungan di bisnis analog dan prosesor yang terintegrasi.

TI, perusahaan tekonlogi computer berkode TXN di bursa Wall Street, harga sahamnya kemarin melonjak US$ 0,74 (2,18persen) ke US$ 34,65. Namun setelah bursa Wall Street tutup harganya kembali turun US$ 0,85 (2,45 persen) menjadi 33,80. “Ini hanya aksi ambil untung sesaat setelah harganya naik cukup tajam, tidak hanya pada TI tetapi hampir disemua sektor teknologi,” ujar Patrick Wang, analis dari Wedbush. Sebenarnya tidak sangat mengejutkan dengan hasil kwartal keempat tahun lalu, serta dengan prospek di kwartal pertama tahun ini. “Sepertinya bisnis sektor teknologi sedang membaik sesuai dengan perkiraan mereka,” paparnya

Perusahaan mencatat laba bersih di kwartal terakhir 2010 sebesar US$ 942 miliar (US$ 0,78 per saham) melonjak 43,82 persen dibandingkan dengan periode yan sama tahun lalu US$ 655 (US$ 0,52 per saham). Sedangkan pendapatannya juga naik US$ 3,53 miliar (16,67 persen) dari priode yang sama US$ 3 miliar. Para analis sebelumnya memprediksikan laba TI mencapai US$ 0,63per saham, dengan pendapatan sebesar US$ 3,51 miliar, menurut konsensus dari Factset Research.

Dan untuk kwartal pertama tahun ini perusahaan memperdiksikan pendapatanya akan berkisar US4 3,27 miliar – US$ 3,55 miliar. Sedangkan para analis memprediksikan laba TI pada triwulan pertama 2010 sekitar US$ 0,58 per saham, dengan pendapatan sebesar US$ 3,34 miliar, sesuai data dari Fact Research.

Pendapatan perusahaan pada bisnis prosesor analog melonjak 20 persen sepanjang tahun 2010 kemarin menjadi US$ 1,52 miliar, sedangkan pendapatan bisnis dari prosesor yang terintegrasi juga naik 31 persen menjadi US$ 538 miliar. Sedangkan pendapatan dari jaringan tanpa kabel (wireless) tumbuh tipis 1 persen menjadi US$ 767 miliar.

Dalam pernyataannya, Direktur Eksekutif TI Rich Templeton mengemukakan pasar komputer tahun kemarin dilanda penurunan persediaan sejak semester kedua 2010 lalu. Tetapi saat ini sudah terpenuhi,” kata dia.

“Kami mampu memanfaatkan momentum tersebut dengan tetap menjaga persediaan dan tetap berjalan normal karena didukung oleh berjalannya pabrik baru kami,” ujarnya.

MARKETWATCH/ VIVA B. K