Persikmania, Bonek, dan Arema Akan Teken Nota Damai

Persikmania, Bonek, dan Arema Akan Teken Nota Damai

ANTARA/Arief Priyono

TEMPO Interaktif,Kediri:Kepolisian Resor Kediri Kota akan mempertemukan suporter Persik Kediri, Aremania Malang, dan Bonek Surabaya di Kediri. Mereka diminta membuat kesepakatan damai untuk mencegah bentrokan yang kerap terjadi di sepanjang jalur kereta api.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris Didit Prihantoro mengatakan pertemuan antar suporter tersebut akan dilaksanakan pada minggu ini di Mapolresta Kediri. Polisi telah melayangkan undangan kepada koordinator suporter Persik, Aremania, dan Bonek. “Kami ingin mendamaikan mereka,” kata Didit kepada Tempo, Senin (31/1).

Menurut Didit, perseteruan antar suporter selama ini tak sepenuhnya akibat fanatisme pada tim masing-masing. Sejumlah provokasi dan kesalahpahaman kerap menjadi pemicu terjadinya bentrokan. Tak hanya di lapangan, bentrokan ini juga terjadi di luar lapangan seperti sepanjang jalan bus dan kereta api.

Meski telah melakukan pengamanan dan antisipasi, bentrokan suporter yang terjadi di jalur kereta api menurut Didit sangat sulit dihindari. Bahkan kerusakan rumah dan kereta api yang mengangkut Aremania saat melintas di Kediri sudah tak terhitung lagi dalam dua bentrokan terakhir. “Kami fokus pada pengamanan jalur yang dilintasi suporter,” kata Didit menjelaskan target pertemuan itu.

Karena itu selain mengundang perwakilan suporter, polisi juga meminta Persikmania yang tinggal di sepanjang jalur kereta api turut hadir. Mereka diminta menahan diri untuk tidak menyerang kereta yang membawa suporter klub lain. Demikian pula dengan koordinator suporter di Blitar dan Tulungagung yang juga dilintasi kereta api.

Selain membahas akar perselisihan yang terjadi bertahun-tahun, pertemuan itu juga diakhiri dengan penandatanganan nota kesepakatan damai. Masing-masing koordinator akan menindak anggotanya yang tetap membandel.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Kediri Komisaris Polisi Kuwadi mengakui adanya kendala untuk memfasilitasi pertemuan itu. Koordinator Aremania rata-rata mengaku tak bisa mengendalikan seluruh anggotanya yang tersebar di Kota Malang dan Kabupaten. “Tak ada koordinator yang bisa mewakili seluruh Aremania,” kata Kuwadi.

Karena itu dia akan memprioritaskan pertemuan Aremania dengan Persik Kediri terlebih dulu. Sebab kedua kelompok ini terlibat permusuhan yang cukup parah pasca pembakaran Stadion Brawijaya oleh Aremania pada Liga Indonesia Januari 2007 silam.

HARI TRI WASONO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X