Sejumlah Praja IPDN mengusung jenazah Rinra Sujiwa Syahrul Putra. TEMPO/Kink Kusuma Rein
Topik
Untuk Sementara, Keluarga Anggap Kematian Rindra Wajar
TEMPO Interaktif, Makassar: Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dan keluarga menganggap kematian Rindra Sujiwa Syahrul Putra wajar. Alasannya, putra bungsu Syahrul itu memiliki riwayat penyakit maag. “Untuk sementara kami anggap wajar,” kata Irman Yasin Limpo, adik Syahrul, di rumah dinas gubernur, Jalan Sudirman, Makassar, siang ini.
Kabar tentang Rindra itu diperoleh keluarga sekitar pukul 05.00 WITA, beberapa saat setelah putra bungsu dari tiga bersaudara itu meninggal. Sejauh ini keluarga belum mengetahui secara pasti tentang penyebab kematian jejaka itu.
Rindra lahir di Ujungpandang, 23 Oktober 1988. Dia tercatat sebagai praja Institut Tinggi Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan 19. Dia mulai kuliah di Jatinangor tahun 2009.
Menurut Irman, akhir pekan lalu Rindra pulang kampung untuk bertemu keluarga. Selama berada di Makassar dia lebih suka menghabiskan waktu bersama ayahnya. Bahkan saat tidur pun dia satu kamar dengan Syahrul. “Ini sangat tidak biasa,” kata Irman. Namun kejanggalan itu tidak terlalu diperhatikan. Keluarga mengira Irman memang rindu dengan ayahnya.
Ahad lalu, Rinda kembali ke Jatinangor. Belum genap sehari dia meninggalkan rumah, keluarga menerima kabar duka cita tentang kematiannya.
Irman mengatakan, keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan dokter tentang kematian Rindra. Jika dalam laporan itu ditemukan kejanggalan, keluarga pasti akan mengambil langkah-langkah yang harus dilakukan.
Hingga siang ini rumah dinas gubernur ramai dikunjungi pelayat. Kabarnya jenazah Rindra baru diterbangkan dari Bandung sekitar pukul 14.00. Hampir seluruh bupati dan wali kota di Sulawesi Selatan datang ke sana. Karena kebetulan hari ini para kepala daerah tengah menghadiri rapat kerja di kantor gubernur.
SAHRUL





