Sejumlah keluarga dan kerabat melayat di rumah duka Rinra Sujiwa Sahrul Putra (31/1). TEMPO/Kink Kusuma Rein
Topik
Ucapan Belasungkawa Terus Berdatangan ke Rumah Dinas Gubernur
TEMPO Interaktif, Makassar: Karangan bunga ucapan belasungkawa atas meninggalnya Rindra Sujiwa Syahrul Putra terus berdatangan ke rumah dinas Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo. Diantarnya datang dari Kepala Polda Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Johny Wainal Usman, kepala-kepala dinas di lingkungan pemerintahan Sulawesi Selatan, dan sejumlah pimpinan perusahaan.
Ucapan belansungkawa dari PT Kima diletakan di samping pintu masuk. Sedangkan ucapan dari Seretaris daerah Sulawesi Selatan, Kepala biro bina mental spritual, Fraksi Golkar dipasang mengelilingi pagar.
Para pejabat mulai dari bupati, pejabat vertikal (Kepolisian, kejaksaan dan pengadilan) secara bergantian menyalami Syahrul Yasin Limpo. Air mata duka tak berhenti membasahai pipi orang nomor satu di Sulawesi Selatan ini. "Ucapan belansungkawa dan bunga sudah ada sejak pagi tadi," kata Irman Yasin Limpo, adik Syahrul, di rumah dinas Gubernur jalan Sudirman, Makassar, siang ini.
Teman-teman sekolah Rindra di SMA 2 Makassar terlihat juga diantara pelayat. Salah satunya bernama Lastrik. Dia menilai almarhum adalah teman yang baik dan tidak sombong. "Dia juga pembrani, tidak pernah mengandalkan siapa pun," katanya.
Lastrik masih ingat sikap almarhum yang mau menolong siapapu yang tengah dilanda kesulitan. "Dia itu tidak sombong, sama siapa saja mau berteman," kata Lastri. "Kami merasa kehilangan."
Menurut Dea, juga teman SMA, almarhum masih sering berkomunikasi dengan teman-teman SMA-nya. Begitu juga ia diterima di Institut Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) komunikasi itu sudah jarang terjalin. "Dia tidak pernah mengeluh selama di sana," kata Dea.
Saat berita ini dilaporkan, keluarga tengah mengikuti gladi upacara penyambutan jenazah Rindra. Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, enggan berkomentar soal duka cita yang dialaminya. Dia hanya mengatakan, "Meskipun saya sedang berduka, saya akan tetap menjalankan amanah negara. Sebab, pribadi saya sekarang bukan pribadi masyarakat. Jadi kapan pun itu dan bagaimanpu kondisinya, saya akan tetap jalankan tugas pemerintahan," kata Syharul.
SAHRUL





