Dua petugas memotong gerbong Kutojaya Selatan yang hancur akibat menabrak KA Mutiara Selatan di Stasiun Langen, Kota Banjar, Jabar, (28/1). AP/Pikiran Rakyat Daily
Topik
Polisi Temukan Pidana Dalam Tabrakan Kereta di Banjar
TEMPO Interaktif, Banjar - Kepolisian Resort Kota Banjar, Jawa Barat, menemukan unsur pelanggaran pidana dalam peristiwa tabrakan kereta Mutiara Selatan dan Kutojaya Selatan di Stasiun Langensari, Kota Banjar, Jumat pekan lalu. “Indikasi pidana ada, tapi kita masih melakukan penyelidikan lebih dalam,” ujar Kepala Kepolisian Resort Kota Banjar, Ajun Komisaris Besar Polisi Tedi Hermansyah, dihubungi Tempo, Senin (31/1).
Menurut dia, indikasi itu diketahui dari hasil pemeriksaan sementara para saksi. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara diperoleh bahwa fakta tabrakan tersebut terjadi akibat Kereta Mutiara Selatan masuk di jalur Kutojaya.
Sampai Senin ini, polisi telah memeriksa sebanyak 13 orang saksi. Mereka yang diperiksa itu diantaranya lima orang crew Kereta Mutiara Selatan, termasuk masinisnya Sugeng. Polisi juga memeriksa tiga orang crew Kereta Kutojaya, termasuk masinisnya Kuswanto. Dua petugas stasiun yang mengatur jalur kereta api dan tiga orang saksi mata lainnya juga diperiksa.
Namun, meski begitu polisi belum dapat menentukan tersangka dalam kasus kecelakaan kereta yang menewaskan 3 orang penumpang ini. “Kita masih perlu bukti yang kuat untuk menentukan tersangka, nanti kalau sudah ada perkembangan saya beritahu,” ujar Tedi.
Polisi masih terus mengumpulkan bukti-bukti dan mencari saksi mata lainnya terkait kasus kecelakaan kereta api ini. Penyelidikan dilakukan dengan cara pengujian materil secara ilmiah oleh tim dari Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri. Uji materil itu dilakukan terhadap bangkai gerbong, lokomotif, bantalan rel, rambu dan material lainnya yang dijadikan sebagai media beroperasinya angkutan massal itu.
Sebelumnya diberitakan, Kereta Kuto Jaya dan Mutiara Selatan bertabrakan di Stasiun Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, Jumat (28/1) sekitar pukul 02.30 WIB. Akibat peristiwa ini tiga orang penumpang tewas di tempat kejadian dan 46 penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Sigit Zulmunir





