foto

Syahrul Yasin Limpo memegang peti jenasah putra bungsunya, Rinra Sujiwa Syahrul Putra di Makassar (31/1). ANTARA/Yusran Uccang

Gubernur Syahrul Tak Minta Anaknya yang Meninggal di IPDN Diotopsi

TEMPO Interaktif, Bandung - Jenasah Rindra Sujiwa, putra Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo diterbangkan ke Makasar dengan menggunakan pesawat carter jenis Fokker 28 dari Bandara Husein Sastranegra Bandung.

"Jenasah sudah di bandara dan akan diterbangkan ke Makassar langsung," ujar Chandra Solehan, kerabat dari Andi Darusalam Tabussala saat ditemui di Husein Sastranegra Bandung, Senin (31/1).

Ia mengatakan, Rindra Sujiwa, praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri angkatan 19 ini meninggal secara normal. Tidak ada tanda -tanda kekerasan di tubuhnya. "Saya tadi pagi lihat jenazah di rumah sakit, normal. Meninggal karena keram perut. Tapi keluarga meminta tidak dilakukan otopsi karena meninggal normal," ujarnya.

Chandra mengatakan kemungkinan jenazah Rindra akan dimakamkan, Selasa (1/2). Keluarga berencana melakukan upacara adat. "Semua keluarga menunggu di Makassar, tidak ada yang ke Bandung. Hanya Pak Andi Darussalam, ipar Gubernur Syahrul, yang membantu di Bandung karena dia dekat ke Bandung," kata dia.

Engkos Kosasih, juru bicara Rumah Sakit Annisa Medical Center Cileunyi, Bandung menyatakan Rindra Sujiwa dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 05.00 pagi dalam keadataan tak bernyawa. "Keluarga tidak mau jenasah diotopsi," ujarnya saat dihubungi wartawan.

ALWAN RIDHA RAMDANI