TEMPO/ Arie Basuki
PTPN XIII Bangun Dua Pabrik CPO di Kaltim
TEMPO Interaktif, Balikpapan - PT Perkebunan Nusantara XIII menyiapkan investasi Rp. 120 miliar untuk membangun dua pabrik pengolahan crude palm oil (CPO) di Modang dan Petangis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. “Satu pabrik minimal butuh Rp 60 miliar,” kata General Manager PTPN XIII, Anang Chaerul, Selasa (1/2)..
Anang memperkirakan realisasi pembangunan pabrik CPO dilaksanakan pada tahun ini dan tahun depan. Pengerjaan teknis pembangunan pabrik CPO mampu diselesaikan selama 2 hingga 3 tahun.
Saat ini PTPN XIII mempunyai tujuh pabrik pengolahan CPO yang tersebar di wilayah Kalimantan. Tiga pabrik berada di wilayah perkebunan kelapa sawit di Paser Kalimantan Timur. “Potensi perkembangan kebun sawit di sini (Kaltim) sangat tinggi. Setiap harinya, ada penambahan 10 hektare kebun sawit,” tuturnya.
Anang mengakui, keberadaan tiga pabrik CPO PTPN XIII sudah mulai kesulitan dalam mengolah produksi kelapa sawit kebun inti dan plasma petani. Pertumbuhan kebun sawit dan pola manajemen satu atap, menurutnya mampu meningkatkan produksi kelapa sawit di Paser. “Teorinya saat produksi TBS (tandan buah segar) sawit sebanyak 2.680 per hari, musti ada pabrik baru,” tuturnya.
Tiga pabrik PTPN XIII di Paser, saat ini mampu menghasilkan 1 ribu ton CPO setiap harinya. Luas kebun sawit PTPN XIII mencapai 41.770 hektare dengan rincian 39 persen milik perkebunan inti dan sisanya petani plasma. Wilayah area perkebunan PTPN XIII tersebar di Kalimantan Timur, Selatan, Barat dan Tengah.
Tahun lalu, produksi CPO PTPN XIII mencapai 142.317 ton. Sejak dua tahun terakhir, produksi CPO PTPN XIII terus mengalami peningkatkan, yaitu 108.996 ton (2008) dan 135.321 ton (2009).
Anang menargetkan seluruh petani plasma dengan area seluas 25.194 hektare secepatnya mengikuti pola manajemen satu atap dengan PTPN XIII. Dengan revitalisasi kebun kebun petani plasma di wilayahnya, PTPN XIII berharap mampu meningkatkan produksinya CPO dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. “Karena itu kami butuh tambahan pabrik pabrik baru,” ujarnya.
SG WIBISONO





