foto

Gabah. TEMPO/Aris Andrianto

Ulah Tengkulak Anjlokkan Harga Gabah Petani  

TEMPO Interaktif, MADIUN - Harga gabah petani di sejumlah wilayah di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada musim panen awal tahun 2011 ini turun. Bahkan berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) tahun ini yang ditetapkan sama dari tahun lalu yakni Rp 2.700 per kilogram untuk gabah kering panen (GKP).

“Harga gabah kering panen di tingkat petani saat ini hanya Rp 2.300 per kilogram,” kata Misran, petani di Desa Sumber Rejo, Kecamatan Madiun, Selasa (1/2).

Adapun harga gabah kering giling (GKG) yang sempat naik sampai Rp 3.900 per kilogram, kembali anjlok menjadi Rp 3.200 per kilogram.

Tahun 2010 lalu, harga GKP di tingkat petani mencapai Rp 2.640 per kilogram dan GKP di penggilingan padi Rp 2.685 per kilogram. Sementara GKG di tingkat petani tahun lalu mencapai Rp 3.300 per kilogram, dan GKG di gudang Bulog setempat mencapai Rp 3.345 per kilogram serta HPP beras Rp 5.060 per kilogram.

Petani menduga turunnya harga, baik GKP dan GKG akibat permainan harga oleh para tengkulak di pasaran. Akibatnya, para petani merugi karena pendapatan dari jual beli gabah tidak sebanding dengan biaya produksi.

Rendahnya harga gabah di tingkat petani semakin diperparah oleh menurunnnya hasil panen akibat hama penyakit. Hasil produksi padi yang biasanya mencapai 8-9 ton per hektare, kini hanya 7-8 ton per hektare.

Menurunnya kwalitas padi akibat cuaca atau hama penyakit juga ikut mempengaruhi harga jual oleh petani. Tak jarang beras yang dihasilkan buruk karena bulir gabahnya kopong atau kosong.

Para pengusaha penggilingan padi mengaku terpaksa menurunkan harga pembelian karena kwalitas gabah yang tidak terlalu baik. Bahkan ada yang memilih menutup usaha penggilingan padinya karena kwalitas padi dari petani dianggap tidak layak.

“Untuk sementara saya memilih menutup usaha penggilingan padi saya. Kami hanya melayani jika gabah petani memiliki kwalitas yang layak dan laku di pasaran,” ucap Supardi, pemilik usaha penggilingan padi di Desa Sumber Rejo.

Supardi mematok harga beras di tingkat penggilingan Rp 5.000 per kilogram. Sedangkan harga beras kwalitas biasa di pasaran mencapai Rp 5.590 per kilogram. ISHOMUDDIN.