Daging Sapi. TEMPO/Prima Mulia
Topik
Pemerintah Anggarkan Rp. 700 Miliar untuk Swasembada Daging
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran hingga Rp 700 miliar untuk program penyelamatan sapi betina produktif demi tercapainya swasembada daging pada 2014 mendatang.
Menurut Menteri Pertanian Suswono, diperkirakan sekitar 200 ribu ekor sapi betina produktif dipotong untuk konsumsi tiap tahunnya. “Tahun 1990 impor sapi kita hanya 18 ribu ekor, tapi sekarang sudah mencapai 400 ribu ekor sapi,” katanya di Jakarta, Rabu (2/2). Alkasi Rp 700 miliar itu, kata dia, diambil dari anggaran Kementerian Pertanian yang besarnya Rp 16,7 triliun pada 2011 ini.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Prabowo Respatyo, mengatakan, sesuai dengan UU No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan melarang pemotongan sapi betina produktif dan bagi yang melanggar akan terkena hukuman pidana.
“Nanti di rumah pemotongan hewan akan disediakan dokter yang mengecek apakah sapi betina yang akan dipotong masih produktif. Kalau masih produktif, akan kami larang untuk dipotong,” katanya.
Setiap sapi betina produktif akan diganti dengan insentif yang dihargai Rp 20 ribu per kilogramnya, atau dengan kata lain sapi betina produktif akan dibeli oleh pemerintah sesuai berat badan sapi tersebut.
Dia melanjutkan, tingkat konsumsi daging sapi per kapita masyarakat Indonesia sebesar 1,76 kg/tahun/per kapita. Sedangkan dengan jumlah penduduk yang mencapai 241 juta jiwa, pada 2011 ini Indonesia membutuhkan paling tidak 424 ribu ton daging sapi. “Kebutuhan itu dicukupi dengan produksi lokal sebanyak 75 persen dan impor 25 persen,” ujarnya.
Pemenuhan 75 persen dari dalam negeri, yakni sejumlah 316 ribu ton daging atau setara dengan 2,26 juta ekor sapi, dan pemenuhan 25 persen melalui impor sejumlah 90 ribu ton atau setara dengan 500 ribu ekor sapi.
Prabowo menambahkan, tahun lalu Indonesia mampu menyuplai kebutuhan daging dalam negeri sebanyak 436.300 ton di mana sebanyak 37.300 adalah daging kerbau.
“Untuk mencapai swasembada daging yang terpenting adalah mengurangi pemotongan sapi betina produktif dan meningkatkan produksi dalam negeri melalui penggunaan bibit ternak yang berkualitas,” ujarnya.
ROSALINA





