Puluhan Siswa Belajar di Tempat Parkir

TEMPO Interaktif, Kediri -Sedikitnya 89 siswa Sekolah Dasar Negeri Sugihwaras I Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri belajar di tempat tidak layak. Bangunan sekolah mereka rusak parah dan tak bisa dipergunakan lagi sejak dua tahun lalu.

Wakil Kepala Sekolah SDN Sugihwaras I Syafaat mengatakan kerusakan sekolah yang terletak di kaki Gunung Kelud ini terjadi sejak tahun 2008 silam. Satu per satu ruang kelas yang ada mengalami kerusakan ringan hingga berat. Sebagian besar adalah ambrolnya atap ruangan hingga mengancam keselamatan siswa. “Pernah ada murid kami yang kejatuhan plafon,” kata Syafaat, Rabu (2/2).

Dari enam ruang kelas yang ada, empat di antaranya rusak parah dan tak bisa dipergunakan kembali. Mereka adalah ruang kelas III, kelas IV, kelas V, dan kelas VI. Atap kelas tersebut bahkan nyaris ambruk dan ditopang dengan bambu serta kayu.

Untuk menghindari terjadinya musibah, pihak sekolah memindahkan mereka ke tempat lain. Hal ini di antaranya dialami 35 siswa kelas IV yang terpaksa dipindahkan ke tempat parkir sekolah. Memanfaatkan alas lantai yang disemen, pihak sekolah menyulap tempat sepeda itu menjadi ruang kelas. Hanya dengan memasang papan triplek di sekeliling areal parkir dibuat menyerupai ruang kelas.

Hal serupa dialami 26 siswa kelas III yang belajar di rumah dinas penjaga sekolah. Rumah yang sempit dengan klasifikasi sangat sederhana itu juga diubah menjadi ruang kelas. Karena bentuk rumah yang tak mendukung, sejumlah bangku terpaksa ditata dalam dua kamar berbeda. Sementara papan tulis dan meja guru berada di ruang keluarga. “Murid memang tak bisa melihat gurunya secara langsung,” kata Syafaat.

Kondisi tersebut dikeluhkan para pelajar yang merasa tak nyaman dengan suasana belajar seperti itu. Mereka mengaku tak bisa berkonsentrasi belajar karena harus berdesak-desakan dengan rekannya di ruangan yang sempit. “Banyak debu dan bising,” kata Dina, salah satu siswa kelas V sekolah itu.

Syafaat berharap sekolah tersebut segera mendapat dana rehabilitasi dari Pemerintah Kabupaten Kediri pada tahun ini. Sebab dalam alokasi tahun 2010 lalu, sekolahnya tak bisa menikmati perbaikan sekolah akibat kosongnya pos anggaran rehab sekolah dalam APBD. “Kabarnya tahun ini ada dana Rp 50 miliar untuk rehab sekolah,” katanya.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Kediri Edi Purwanto akan menginventarisir kerusakan di SDN Sugihwaras. Berdasarkan data Dinas Pendidikan setempat, kerusakan yang sama juga terjadi di 2.382 ruang kelas se-Kabupaten Kediri. “Kami akan memprioritaskan sekolah parah,” katanya.

HARI TRI WASONO