foto

Alim ulama mencoba menenangkan massa yang terlibat aksi kerusuhan dan pembakaran tiga gedung milik umat Kristen di Kota Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (8/2). Aksi kerusuhan ini dimulai saat massa menghadiri sidang vonis perkara penistaan agama di Pengadilan Negeri Temanggung. TEMPO/Arif Wibowo

Usai Berbuat Onar, Perusuh Temanggung Langsung Ganti Baju  

TEMPO Interaktif, Temanggung -Para pelaku kerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah, kebanyakan menggunakan berbagai atribut seperti jubah dan sorban. Salah satu saksi mata, Bambang Riyanto, menyatakan mereka ada yang menutupi wajahnya dengan sorban seperti ninja. Di antara mereka juga ada yang pakai penutup kepala berwarna putih dengan jenggot agak tebal.

Beredar kabar bahwa para pelaku kerusuhan setelah melakukan aksinya langsung mengganti bajunya. "Mereka yang tadinya pakai baju seperti jubah langsung ganti baju biasa pada saat sudah pulang," kata Bambang Riyanto yang rumahnya berada di dekat Gereja Katolik Santo Petrus dan Santo Paulus Temanggung.

Peristiwa itu diketahui pada saat rantai kendaraan bermotor yang dipakai salah satu pelaku kerusuhan tiba-tiba copot di tengah jalan. Orang tersebut otomatis tidak bisa melaju dan kendaraannya terhenti. Saat itulah, orang tersebut memperbaiki rantai motornya di salah satu bengkel di jalan raya.

Saat berada di bengkel itulah, orang yang mengendarai kendaraan bermotor roda dua dan seorang yang diboncengnya itu berganti baju. "Mereka berganti dengan baju biasa. Baju yang jubah dan sorban dimasukan ke tas," kata Bambang. Pemilik bengkel malah tidak berani berbuat apa-apa karena dua orang tersebut terlihat beringas.

Bambang mengaku mendapatkan cerita tersebut dari warga pemilik bengkel. Namun, Bambang enggan menyebut apa nama bengkel tersebut. "Saya enggak enak. Nanti malah terjadi apa-apa karena ini masalah sensitif," kata dia.

ROFIUDDIN | ANANG ZAKARIA