foto

PT Wijaya Karya (WIKA). TEMPO/Puspa Perwitasari

Laba Bersih Wijaya Karya Tahun Lalu Diprediksi Rp 270 Miliar  

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk memprediksi pencapaian laba perseroan pada 2010 mencapai Rp 270 miliar. “Saat ini masih dalam proses audit, namun kami perkirakan hingga akhir tahun Rp 270 miliar,” kata Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo dalam rapat dengan pendapat dengan Komisi Badan Usaha Milik Negara Dewan Perwakilan Rakyat di gedung DPR, Selasa (8/2).

Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian laba bersih pada tahun sebelumnya. Berdasarkan paparan, laba bersih perseroan pada 2008 sebesar Rp 156 miliar, pada 2009 sebesar Rp 189 miliar, dan pada 2010 hingga kuartal ketiga sebesar Rp 204 miliar.

Perseroan juga memprediksi pendapatan pada 2010 mencapai Rp 6 triliun. Menurut Bintang, pendapatan tersebut didukung kegiatan konstruksi yang dilakukan perseroan. Untuk 2011, perseroan mendapat kontrak baru sekitar Rp 750 miliar, yang beberapa di antaranya berupa proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi.

Sementara, berdasarkan paparan, kontrak yang dihadapi perseroan pada 2008 sebesar Rp 14 triliun, pada 2009 sebesar Rp 17 triliun, pada 2010 hingga kuartal ketiga sebesar Rp 20,8, dan pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) pada 2011 ditargetkan sebesar Rp 25 triliun.

Anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya Beton, juga diharapkan bisa melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) pada tahun ini. Namun, saat ini Wijaya Karya masih mengkaji lebih lanjut rencana tersebut.

Saat ini target pelaksanaan IPO belum final, karena Wijaya Karya masih menghitung nilai perusahaan, melalui tim yang dipimpin direktur keuangan. “Belum final, masih dirapatkan. Inginnya tahun ini,” kata Bintang. Hasil IPO dapat digunakan untuk menambah modal perusahaan ataupun aksi korporasi, seperti akuisisi.

EVANA DEWI