foto

TEMPO/Fahmi Ali

KADIN : Industri Barang Konsumen Akan Tumbuh Pesat  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN)Bidang Perbankan, Keuangan dan Pasar Modal Rosan P. Roeslani memperkirakan industri barang konsumen akan tumbuh pesat di tahun 2011 ini. Sektor ini meliputi seluruh subsektor ekonomi yang berkaitan dengan kebutuhan dasar, menengah dan kebutuhan mewah mulai dari pangan dan perumahan sampai dengan transportasi dan telekomunikasi.


Dalam dua tahun terakhir Rosan menyebut penjualan barang konsumen tumbuh diatas 20 persen per tahun. Bahkan, penjualan mobil selama 2010 meningkat sampai 57,13% menjadi sekitar 763.751 unit. Tingginya konsumsi terhadap barang-barang konsumen itu juga terlihat dari penyaluran kredit perusahaan pembiayaan (multifinance) di tahun 2010 yang tumbuh sekitar 28,68% menjadi Rp 180 triliun. Dari total pembiayaan sebesar itu, nilai pembiayaan konsumen mencapai sekitar Rp 125 triliun atau 69,44%.

 

Kenaikan belanja barang –barang konsumen itu akan terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan daya beli masyarakat. Apalagi di tahun 2011 ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sekitar 6,4%. Tantangannya saat ini adalah bagaimana menciptakan industri barang konsumen domestik yang kuat dan berdaya saing tinggi. “Sehingga bisa mengalahkan barang impor sambil menciptakan lapangan kerja," kata Rosan dalam siaran persnya hari ini, Selasa (8/2).


Menurut Rosan, Kadin akan memberikan beberapa rekomendasi strategis untuk meningkatkan pembiayaan ke industri barang konsumen. Karena dengan tingkat pendapatan perkapita diatas US$ 3.000, maka Indonesia kini sudah resmi menjadi negara kelas menengah dengan standar internasional.

Hambatan utama yang dihadapi para pemain domestik di industri konsumen selain dari birokrasi dan infrastruktur adalah kekurangan modal dan keterbatasan fasilitas pembiayaan jangka panjang dengan skala menengah.


Erwin Dariyanto