TEMPO/Fully Syafi
Topik
PMI Kota Kediri Naikkan Harga Jual Darah
TEMPO Interaktif, KEDIRI - Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Kediri segera menaikkan harga jual darah untuk semua golongan. Kenaikan ini untuk menutup biaya operasional PMI yang terus melonjak.
Kepala Unit Transfusi PMI Kota Kediri dr Ira Widyastuti mengatakan, kebutuhan biaya operasional PMI ini harus ditanggung sendiri tanpa subsidi pemerintah daerah. Salah satunya adalah harga bahan untuk mengolah darah atau reagen. “Kami sedang mengusulkan kenaikan harga kepada wali kota ,” kata Ira kepada Tempo, Selasa (8/2).
Harga baru yang diusulkan PMI, yang saat ini masih dalam pembahasan oleh pemerintah daerah, terdiri dari darah biasa akan dijual Rp 200.000 per kantong, sedangkan darah PRC atau sel darah merah yang dipekatkan Rp 225.000 per kantong. Harga tersebut masih bisa naik menjadi Rp 230.000 per kantong untuk pasien rumah sakit umum atau paviliun, serta Rp 250.000 untuk pasien rumah sakit luar kota.
Kenaikan tersebut menurut Ira didasarkan pada Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur tahun 2009 yang mengatur harga darah PMI.
Harga darah tanpa subsidi pemerintah ditetapkan sebesar Rp 250.000 – Rp 350.000 per kantong. Sedangkan harga dengan subsidi pemerintah Rp 180.000 – Rp 230.000 per kantong.
Selama ini PMI Kota Kediri mematok harga jauh di bawah ketentuan tersebut. Darah biasa untuk semua golongan dijual Rp 165.000 per kantong, sedangkan darah PRC Rp 175.000 per kantong. Jenis darah PRC biasanya dibutuhkan oleh korban kecelakaan yang mengalami penurunan hemoglobin drastis.
Rendahnya harga tersebut, menurut Ira, memaksa PMI Kota Kediri melakukan sejumlah efisiensi untuk menutup biaya operasional. Salah satunya dengan memangkas jumlah tenaga medis hingga menjadi 16 orang. “Cabang PMI di daerah lain yang seperti kami bisa memiliki 70 karyawan,” papar Ira.
Selain kenaikan harga reagen, lonjakan biaya juga diakibatkan oleh naiknya harga kantong darah atau plastic bag. Saat ini harga kantong darah Rp 27.000 per biji dari sebelumnya Rp 25.000.
Ira juga mengeluhkan rendahnya perhatian pemerintah daerah yang tak pernah memberikan subsidi kepada PMI sejak beberapa tahun silam.
Atas dasar itulah PMI Kota Kediri sudah merencanakan kenaikan harga pada tahun 2010 lalu meski akhirnya ditunda. “Saat itu kami tidak tega terhadap masyarakat,” ucap Ira. HARI TRI WASONO.





