Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Uskup Timika John Saklil: ISKA Benar Soal Darurat Kebebasan Beragama

image-gnews
Iklan

TEMPO Interaktif -Jakarta

“Kekerasan yang dilakukan kelompok kecil yang radikal adalah ancaman serius terhadap kehidupan berbangsa—karena silent majority masyarakat Indonesia masih amat toleran.” Demikian penjelasan Muliawan Margadana, 46, Ketua Presidum Pusat (PP)  Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA)  kepada Tempo via sambungan telpon menyusul rilis  berjudul Darurat Kebebasan Beragama yang dikirim organisasi itu ke berbagai media—termasuk Tempo--pada Selasa malam, 8/02/2011. 

 Dalam rilis tersebut, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia  menekankan, kasus penyerangan dan pembunuhan sejumlah Jemaah Ahmadiyah di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang , Banten pada Minggu, 6 Februari 2011 dan pembakaran gereja-gereja di Temanggung,  Jawa Tengah, pada Selasa, 8 Februari 2011 melahirkan kondisi darurat  kebebasan beragama di Tanah Air.   

ISKA menyatakan dukacita mendalam atas jatuhnya korban nyawa dan rusaknya sarana peribadatan umat beragama serta fasilitas umum serta mengecam keras segala tindak kekerasan dan intoleransi yang mengatasnamakan agama. Tindakan oleh sekelompok kecil warga masyarakat itu, menurut organisasi ini,  jelas-jelas menggambarkan tak adanya kebebasan  beribadah bagi pemeluk agama dan kepercayaan—seperti yang dijamin dalam UUD 1945. 

 Sekretaris Jenderal ISKA Kikin Tarigan mengatakan  diperlukan saringan jelas dan jernih terhadap  nilai-nilai  yang   bertentangan dengan nilai-nilai fundamental bangsa yang toleran, harmonis dan beradab dalam. Deradikalisasi terhadap pihak yang menentang pluralisme, menurut Kikin, harus dilawan dengan terus-menerus meneguhkan solidaritas yang tak mengenal sekat.   

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Uskup Timika Mgr. John Philip Saklil, 51 tahun, yang terbang dari Timika ke Jakarta untuk memimpin rapat khusus Komite Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)—selepas kekerasan di Pandeglang dan Temanggung, membenarkan isu darurat kebebasan beragama “ISKA benar sekali soal itu. Ini sudah lama berlangsung,  dan isu darurat kebebasan beragama itu harus diterima dan dikaji dengan lapang dada—dan jangan diterima sebagai ancaman” ujarnya kepada Tempo via sambungan telpon, pada Selasa malam, 08/02/2011.  

 John Saklil mengatakan  dua kekerasan terakhir ini menunjukkan  betapa kaum kuat terus-menerus menekan yang lemah. Dan  pemerintah sungguh tak boleh membiarkan hal ini terjadi: “ Negara kita sudah seperti tanpa hukum dan tidak bisa melindungi hak-hak warganya,” John menegaskan dalam nada prihatin.  “Kasus semacam ini kian sering terjadi dan bila pemerintah tidak menanggapinya dengan serius, destruksi  moral bangsa bakal makin besar,” dia menekankan.  

Muliawan Margadana menyatakan  hal  serupa. “Pemerintah tak bisa menangani dari aspek kriminalnya saja, tapi  harus membereskan soal kerukunan beragamanya.” Menurut Muliawan,  masalah dalam kekerasan di Pandeglang dan Temanggung sudah jelas terbaca  kelompok (pelaku, Red), mau pun  polanya. “Tapi terasa adanya keengganan dalam penanganan, sehingga reputasi Indonesia di mata internasional—termasuk ketika negara kita mulai memimpin ASEAN—sudah ternoda.” 

Hermien Y. Kleden    
Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Zakir Naik Ceramah di Bekasi Malam Ini, 42 Ribu Tiket Ludes

8 April 2017

Cendekiawan muslim, Zakir Naik, memberikan pemaparan saat kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), DI Yogyakarta, 3 April 2017. Selama mengunjungi Indonesia Zakir Naik melakukan dakwah di sejumlah daerah antara lain di Bandung, Yogyakarta, Ponorogo, dan Makasar. ANTARA FOTO
Zakir Naik Ceramah di Bekasi Malam Ini, 42 Ribu Tiket Ludes

Arif mengatakan, kapasitas sebenarnya 30-32 ribu, tapi ditambah lagi 10 ribu, sebagai hasil diskusi Zakir Naik dan Wali Kota Bekasi.


Zakir Naik di Bekasi, 28 Ribu dari 32 Ribu Kursi Stadion Telah Terisi  

4 April 2017

Aksi Ulama asal India, Zakir Naik saat memberi ceramah terbuka di hadapan ribuan masyarakat di kampus UPI, Bandung, Jawa Barat, 2 April 2017. TEMPO/Prima Mulia
Zakir Naik di Bekasi, 28 Ribu dari 32 Ribu Kursi Stadion Telah Terisi  

Arif mengatakan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menginginkan pendaftaran dibuka lebih walau kuota normalnya sekitar 31-32 ribu.


Zakir Naik, Hari Ini Panitia Bekasi Sebar Undangan Non-Muslim

4 April 2017

Aksi Ulama asal India, Zakir Naik saat memberi ceramah terbuka di hadapan ribuan masyarakat di kampus UPI, Bandung, Jawa Barat, 2 April 2017. TEMPO/Prima Mulia
Zakir Naik, Hari Ini Panitia Bekasi Sebar Undangan Non-Muslim

Arif tidak menyebut secara detail siapa saja yang diundang, karena nama-nama itu masih sensitif jika diumumkan.


Pendidikan Agama dan Akar Radikalisme

13 September 2016

Pendidikan Agama dan Akar Radikalisme

Sejak kematian pemimpin kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur, Santoso alias Abu Wardah, pada 18 Juli lalu, banyak pihak menilai hal itu sebagai keberhasilan ikhtiar negara menumpas akar-akar terorisme. Namun mungkinkah peristiwa tertembaknya seseorang dapat menjelaskan bahwa gerakan radikalisme di Indonesia telah berakhir?


Kiai di Kediri Sebut Pengeras Suara Saat Azan Hukumnya Sunah

4 Agustus 2016

Seorang pengungsi melakukan adzan saat berada di kamp pengungsian di Irbil, Irak (28/6). Para pengungsi ini melarikan diri karena kekerasan antara sektarian mengancam kawasan Timur tengah. AP/Hussein Malla
Kiai di Kediri Sebut Pengeras Suara Saat Azan Hukumnya Sunah

Ketua Asosiasi Pondok Pesantren Jawa Timur KH Reza Ahmad Zahid menegaskan, tak perlu kaku saat menggunakan pengeras suara ketika mengumandangkan azan.


Dosen UGM: Islam di Arab Saudi Itu Miskin Imajinasi

21 Juni 2016

Massa dari Hizbut Tahrir Indonesia berunjuk menentang kenikan BBM di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/3). TEMPO/Prima Mulia
Dosen UGM: Islam di Arab Saudi Itu Miskin Imajinasi

Universitas Islam Indonesia menangkal masuknya ide-ide Hizbut Tahrir soal khilafah ke kampus.


Ben Anderson Rindu Gus Dur dan Menggilai TTS

22 Desember 2015

Profesor Benedict Anderson dari University of Cornell memberikan kuliah Umum di FIB UI, Jakarta, 10 Desember 2015. TEMPO/Frannoto
Ben Anderson Rindu Gus Dur dan Menggilai TTS

Ben Anderson ternyata suka mengisi TTS dan menghormati Gus Dur sebagai tokoh pluralisme.


Gaya Aa Gym Pakai Topi Koboi dan Kursus Berkuda di AS

12 Agustus 2015

AA Gym memberi tausiah pada pengajian Ramadhan bersama Bandung Hijabers Community di Masjid Al Ukhuwah, Bandung, Jawa Barat, 28 Juni 2015. TEMPO/Prima Mulia
Gaya Aa Gym Pakai Topi Koboi dan Kursus Berkuda di AS

Dalam Islam, berkuda adalah olahraga yang disunahkan dan didampingi malaikat.


Ibadah yang Dianjurkan pada Malam Nisfu Syakban  

1 Juni 2015

Seorang umat muslim mengikuti dzikir akbar bertepatan dengan malam Nisfu Sya'ban di Monas, Jakarta, Rabu (5/8). Dzikir akbar yang dihadiri wapres bertujuan untuk keselamatan bangsa. Tempo/Tony Hartawan
Ibadah yang Dianjurkan pada Malam Nisfu Syakban  

Ada yang menggunakan malam Nisfu Syakban untuk berdakwah. Bagaimana memaknainya?


Bagaimana Hukum Baca Yasin di Malam Nisfu Sya'ban?  

1 Juni 2015

REUTERS/Cheryl Ravelo
Bagaimana Hukum Baca Yasin di Malam Nisfu Sya'ban?  

Umat muslim disarankan memperingati Nisfu Syaban dengan ibadah yang tidak dipamerkan.