foto

Tukik atau bayi penyu hijau (Chelonia Mydas). ANTARA/Puspa Perwitasari

Cuaca Buruk, Populasi Penyu di Alas Purwo Terancam  

TEMPO Interaktif, Banyuwangi  - Populasi penyu di Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Banyuwangi, saat ini semakin terancam. Hal itu disebabkan tingginya angka kegagalan telur yang menetas selama setahun lalu.


Berdasarkan data penangkaran telur penyu di Ngagelan, Taman Nasional Alas Purwo, menunjukkan, selama 2010 lalu dari 54.228 telur ada sebanyak 20.515 telur penyu yang gagal menetas menjadi tukik. Jumlah telur yang gagal menetas ini, meningkat dibandingkan 2009 lalu sebanyak 17.051 telur.

Menurut Pengendali Ekosistem Hutan TNAP, Dian Sulastini, besarnya angka kegagalan penyu itu disebabkan karena perubahan cuaca yang membuat curah hujan tinggi selama setahun lalu sehingga kondisi tanah menjadi lembab. Idealnya, suhu optimal bagi penetasan penyu antara 28-32 derajat celcius. "Kelembaban yang tinggi membuat banyak telur penyu yang membusuk," kata Dian kepada TEMPO, Rabu (9/2).

Dari empat jenis penyu yang mendarat di pantai TNAP, telur penyu abu-abu yang paling banyak tidak menetas.

Tingginya telur penyu yang tidak menetas itu, kata Dian, mengakibatkan populasi penyu di alam cenderung turun. "Padahal saat di laut, tukik harus menghadapi banyak predator," kata dia.

TNAP belum melakukan upaya untuk mengurangi kegagalan penetasan ini. Menurut Dian, langkah yang dilakukan TNAP sebatas mempercepat pelepasan tukik ke laut supaya daya tahan hidup tukik lebih tinggi dibanding harus dipelihara di kolam.

 

IKA NINGTYAS