Omar Al-Bashir. AP/Abd Raouf
Topik
Presiden Sudan Gunakan Facebook Untuk Tekan Oposisi
TEMPO Interaktif, Darfur - Setelah pemegang tampuk kepemimpinan Tunisia dan Mesir, merasakan kekuatan media jejaring sosial bisa membantu rakyat mengusir mereka dari singgasana kekuasaan. Sebaliknya, bagi Presiden Sudan, justru menggunakan situs jejaring sosial untuk menggalang kekuatan melawan oposisi agar tetap bertahan di pucuk tahta.
Omar al-Bashir, presiden Sudan, tidak dikenal sebagai pengguna situs jejaring sosial seperti facebook atau sering berkicau melalui twitter. Dia lebih terkenal sebagai penjahat perang, karena perannya dalam genosida di Darfur. Seperti, tetangganya di sebelah utara Sudan, Husni Mubarak, dia sempat menerima hujan protes selama dua minggu oleh para pemuda yang bersatu melalui situs jejaring sosial dan pesan teks di twitter. Namun Bashir tidak menutup situs itu, justru dia membalasnya dengan memanfaatkan situs jejaring itu.
Caranya? Menurut kantor berita resmi Sudan AWL, Bashir, Rabu lalu, memerintahkan aparat pemerintahannya untuk memperluas jaringan internet ke pedesaan "sehingga warga usia muda dapat menggunakan komputer dan Internet untuk memerangi oposisi melalui situs jejaring sosial seperti Facebook." Bashir mengupayakan konektivitas jaringan internet cepat. Pengguna internet di Sudan tercatat sekitar 10 persen dari 41 juta orang.
W| ANTO





