foto

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. TEMPO/Fully Syafi

Gubernur Jatim Jamin Daerahnya Aman dari Kerusuhan  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Gubernur Jawa Timur Soekarwo yakin kerusuhan atau kekerasan seperti yang terjadi di Pandeglang dan Temanggung tidak akan merambat ke daerah-daerah yang dipimpinnya. "Jawa Timur tenang, jalannya halus," kata dia di Warung Daun Cikini, Jakarta, Kamis (10/2)


Menurut Soekarwo, potensi terjadinya kerusuhan tentu saja ada di Jawa Timur di mana sifat masyarakatnya cukup "keras". Tapi dengan resep yang telah diterapkannya selama ini, kemungkinan adanya pemicu kerusuhan disekitar Jawa Timur bisa diminimalisir. Langkah menegakkan peraturan pun berjalan sebagaimana mestinya.

"Komunikasi itu didahulukan sebelum menegakkan peraturan. Saya melihat komunikasi ini harus lancar, mungkin salah persepsi di antara mereka. Saya tiap dua bulanan ketemu partai, LSM, besok saya ketemu partai-partai tempatnya di PKB. Mungkin membahas kritik terhadap permasalahan yang ada," kata dia. Ia juga menekankan, selain dengan komunikasi harus ada pendekatan terhadap kelompok-kelompok yang memiliki pemikiran "asing" di masyarakat.

Pria yang juga Ketua Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ini menjamin keamanan di wilayahnya. Namun jika suatu waktu ada kejadian serupa terjadi  satu daerah di Jawa Timur, ia tegas menyatakan siap bertanggung jawab.

"Saya ikut bertanggung jawab bahkan saya paling depan. Polisi itu bagian untuk menegakkan peraturan. Tapi keamanan itu kan bukan saja menegakkan peraturan, ya komunikasi saling memberi dan menerima, ada hak asasi ada kewajiban asasi juga, harus seimbang," ujarnya.

Ditambah lagi, kata Soekarwo, tak banyak penganut Ahmadiyah diwilayah Jawa Timur. Ia pun pernah ketemu dan bicara langsung dengan beberapa tokohnya. "Saya pribadi sudah ketemu ngobrol. Sudah saya bangun (fasilitasi) untuk ketemu (tokoh agama, partai,LSM). Sudah saya carikan kopi luwak untuk minum-minum," kata dia sambil tersenyum.

MUNAWWAROH