Pemuda Ka'bah Tolak Pembubaran Ormas Anarkis
TEMPO Interaktif, Jakarta - Gerakan Pemuda Ka’bah Kabupaten Temanggung menolak rencana pemerintah yang akan membubarkan organisasi masyarakat yang berbuat anarkis. Sebab, kata Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah Temanggung Farid Ibrahim, yang melakukan perbuatan anarkis bukanlah organisasi maupun kebijakan-kebijakannya.
"Tapi yang melakukan aksi anarkisme itu biasanya oknum-oknumnya sehingga organisasinya tak bisa gepyah uyah lalu dibubarkan," kata Farid Ibrahim kepada Tempo, Kamis (10/2).
Ibrahim mengakui bahwa Gerakan Pemuda Ka'bah Temanggung adalah salah satu organisasi yang aktif melakukan aksi unjuk rasa selama dalam persidangan kasus penistaan agama di Pengadilan Negeri Temanggung.
Selama aksi itu, kata Ibrahim, organisasi yang dibawah komandonya selalu bisa tertib dan berbuat anarkis. Ibrahim mengaku tidak tahu menahu oknum siapa yang melakukan kerusuhan dan berbuat anarkis pasca sidang putusan terhadap terdakwa Antonius Richmond Bawengan itu.
Menurut Ibrahim jika saat ini pemerintah menggulirkan soal kebijakan pembubaran ormas yang anarkis maka itu terlalu didramatisir. Sebab, kerusuhan di Temanggung adalah dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Jika pemerintah hendak membubarkan sebuah ormas maka tidaklah semudah itu.
Selama ini, kata Ibrahim, banyak juga anggota Polri yang melakukan perbuatan anarkis. . Menurutnya, jika tidak bisa membedakan mana oknum dan mana kebijakan organisasi maka institusi kepolisian juga patut dibubarkan karena banyak oknum di institusi penegak hukum tersebut yang melakukan kekerasan.
ROFIUDDIN





