Puskesmas Pembantu Jadi Kandang Ayam

TEMPO Interaktif, PAMEKASAN - Gedung Puskesmas Pembantu di Dusun Bhakbato, Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, kondisinya sangat memprihatinkan.

Bangunan yang mestinya menjadi tempat pelayanan kesehatan bagi masyarakat, kini sudah berubah fungsi menjadi kandang ayam dan tempat menyimpan hasil panen komoditi pertanian milik warga setempat.

"Tidak ada orang yang bertugas di Puskesmas Pembantu tersebut. Kalau Bapak berkunjung ke sana, akan bertemu puluhan ekor ayam yang berkandang di situ," kata Hodri, Pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pamekasan, Kamis (10/2).

Hodri bersama sejumlah perwakilan petani berada di gedung DPRD Pamekasan menghadiri acara serap informasi dengan anggota DPRD Pamekasan.

Hodri berharap, fungsi Puskesmas Pembantu tersebut dikembalikan sesuai tujuan awal agar pelayanan kesehatan bagi warga yang berada di pelosok desa bisa segera dilakukan.

Menurut Hodri, peralihan fungsi Puskemsas Pembantu menjadi kandang ayam terjadi sejak petugas kesehatan yang mestinya berpraktek di sana malah membuka praktek sendiri di rumahnya. "Pusekesmas Pembantu tidak terurus,” ujarnya.

Hodri berharap DPRD segera melakukan peninjauan dan melakukan upaya agar fungsi Puskesmas Pembantu tersebut bisa dipulihkan sesuai fungsinya Apalagi, usaha warga sampai berdirinya Puskesmas Pembantu tersebut tidak mudah. Pihak desa harus menghibahkan tanahnya karena pemerintah tidak mampu menyediakannya.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Muhdlar menyatakan keterkejutannya mendapatkan informasi tersebut. Dia berjanji akan segera melakukan peninjauan dan meminta keterangan Dinas Kesehatan Pamekasan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan Ismail Bey membantah melakukan pembiaran sehingga Puskesmas Pembantu tersebut dijadikan kandang ayam.

Ismail mengatakan, tidak adanya petugas karena telah pindah ke kecamatan lain. Ihwal petugas berpraktek di rumahnya dinilai wajar dan tidak menyalahi aturan.

"Itu sah-sah saja. Tapi kami akan memerbaiki semuanya. Namun kami saat ini mengalami keterbatasan dana dan petugas. Jadi mau gimana lagi," ucapnya pasrah. MUSTHOFA BISRI.