Fandi Andhika Ramadhani (tengah) saat National Basketball League (NBL) Indonesia di DBL Arena, Surabaya (16/10). ANTARA/M Risyal Hidayat/ed/ama/10
Topik
Rivalitas SM Britama dan Aspac Berlanjut
TEMPO Interaktif, Jakarta:Satria Muda Britama bakal bertemu sang rival sejati Dell Aspac Jakarta pada lanjutan Liga Basket Nasional (NBL) seri V, Sabtu (12/2) ini. Rivalitas kedua tim memang tidak bisa dipungkiri lagi sejak liga basket nasional ini mulai bergulir pada tahun 2003 - kala itu masih bernama Indonesian Basketball League. Hingga saat ini belum ada tim lain yang bisa mengecap gelar juara selain keduanya. Dan, kedua bakal kembali bertemu di Hall A Senayan nanti.
Jika diperhatikan dalam klasemen, persaingan sebetulnya memang bukan terjadi di antara keduanya. Ada Pelita Jaya Esia yang kini mendominasi di puncak peringkat klasemen sementara. Selain itu, ada juga Nuvo CLS Knights Surabaya yang menjadi pesaing Aspac dalam perebutan peringkat ketiga. Namun, pertarungan antara SM Britama dan Aspac tetap menarik.
"Dibandingkan dengan duel-duel dengan tim lainnya, duel SM Britama versus Aspac bisa dibilang adalah yang sarat gengsi, penuh sejarah dan juga rivalitas antara kedua tim,” kata pelatih SM Britama Fictor "Ito" Roring.
Hal senada juga dirasakan oleh manager Aspac Manajer Aspac Irawan Haryono. “Saya rasa anggapan masyarakat itu didasarkan pada sejarah kedua tim yang saling bersaing sejak dimulainya IBL tahun 2003 lalu," katanya. Irawan atau yang juga akrab disapa Kim Hong melihat bahwa pertandingan pada Sabtu ini akan menjadi pembuktian kekuatan masing-masing tim. "Saya yakin yang ada dalam kondisi terbaik di atas lapanganlah yang bakal keluar sebagai pemenang," tutur Kim Hong.
Pada dua pertemuan sebelumnya, SM Britama dan Aspac saling berbagi angka. Aspac menang 68-58 pada Seri I (Surabaya), sementara SM Britama menjadi pemenang di Seri III (Solo), 63-52. Ito mengaku kekalahan anak-anak asuhnya lebih disebabkan oleh banyaknya pemain yang cedera. "Sementara pada pertandingan kedua kami bisa tampil lebih agresif," katanya.”
Ito menyatakan bahwa untuk menghadapi pertemuan timnya dengan Aspac betul-betul menjadi ujian yang cukup berat mengingat kondisi fisik pemain yang kemungkinan menurun. Dalam pertandingan melawan Stadim Jakarta, Rabu lalu, Ito melihat ada permasalahan dengan anak-anak asuhnya. "Mudah-mudahan waktu lowong yang ada bisa digunakan dengan baik untuk menghadapi pertandingan hari Sabtu dan Minggu," katanya.
Adapun masalah yang sama juga dikeluhkan oleh pelatih Aspac Tjetjep Firmansyah. Dia menyatakan bahwa penempatan jadwal pertandingan pada seri V ini cukup merepotkan. "Terlalu berdekatan waktunya sebelum pertandingan hari Sabtu," katanya. Memang, anak-anak asuhnya lebih dulu melakukan pertandingan "pemanasan" melawan CLS. Pertarungan yang cukup ketat itu pun berakhir dengan kemenangan 60-53 untuk Aspac.
Pada kuarter pertama, Mario Gerungan dan rekan-rekan bisa unggul atas CLS dengan skor 20-13. Namun memasuki akhir paruh waktu pertama, mereka justru seperti kehilangan kendali dan akhirnya disusul menjadi 32-32. Kejar-mengejar poin terus terjadi pada awal kuarter ketiga sampai akhirnya Mario Gerungan menyelamatkan Aspac untuk memimpin dengan selisih tipis 43-42.
Di kuarter pamungkas, CLS membangun pertahanan yang lebih solid dan cukup menyusahkan Aspac untuk mendulang skor. Tembakan tiga angka dari Mario Gerungan membawa Aspac makin unggul 54-48 sampai akhirnya menang lewat koleksi lemparan bebas Gerungan dan naik ke peringkat tiga.
Sementara itu, pada pertandingan sebelumnya, Bimasakti Nikko Stell Malang mampu meraup kemenangan atas Satya Wacana Angsapura Salatiga 63-51. Ini menjadi kemenangan pertama Bimasakti di sepanjang seri V ini. Untuk pertandingan selanjutnya, Bimasakti bakal kembali bertemu lawan berat, Pelita Jaya Esia Jakarta. Pelatih Bimasakti Eddy Santoso menyatakan dirinya bakal menurunkan pemain inti untuk menghadapi sang pemimpin klasemen ini. "Kalau tidak seperti itu, kami akan tertinggal jauh," katanya. “
EZTHER LASTANIA





