Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Buka Forum Komunikasi Antar Agama

TEMPO Interaktif, BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengagendakan forum komukisasi yang dilakukan secara rutin untuk membahas berbagai masalah yang berkaitan dengan kerukunan hidup beragama di daerah tersebut.

Kepala Badan Kesatuan Kebangsaan Perlindungan MAsyarakat dan Politik (Bakesbanglinmas Pol) Bojonegoro, Lukman Wafi, menjelaskan bahwa seluruh tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Umat Beragama (FUB) Bojonegoro dilibatkan dalam forum tersebut.

Selain itu, tokok organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU) juga akan dilibatkan. Adapun dari unsur pemerintah, akan dihadirkan dari Komando Distrik Militer (Kodim) dan Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro.

Dalam forum komunikasi tersebut tidak melibatkan unsur Ahmadiyah karena, menurut Lukman, di Bojonegoro tidak ada komunitas jemaah Ahmadiyah.

Menurut Lukman, forum komunikasi diaktifkan untuk menghindari terjadinya aksi kekerasan seperti yang terjadi di Pandeglang, Banten, dan Temanggung, Jawa Tengah. ”Pertemuan forum komunikasi akan kami lakukan secara berlanjut,” kata Lukman, Jum’at (11/2).

Selain forum komunikasi yang, menurut Lukman, dijadwalkan berlangsung setiap bulan, juga dilakukan kerja sosial bersama.

Sebelumnya, Ketua FUB Bojonegoro KH Alamul Huda, mengecam keras kasus pembakaran gereja di Temanggung.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Rosyid, Ngumpak Dalem, Bojonegoro itu meminta segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan agama harus dihentikan. SUJATMIKO.