Polisi Diminta Tak Serampangan Razia Software Bajakan

TEMPO Interaktif, KEDIRI - Wakil Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar meminta kepolisian setempat tidak serampangan melakukan razia software komputer. Sebab sudah menjadi rahasia umum bahwa 90 persen software yang dimiliki masyarakat bisa dipastikan bajakan. “Masyarakat kita belajar dan pintar karena software bajakan itu,” kata Abdullah kepada Tempo, Minggu (13/2).

Bahkan Abdullah mengatakan, hampir seluruh software di lingkungan Pemerintah Kota Kediri juga menggunakan bajakan. “Saya sendiri heran mengapa bisa begini,” ujarnya.

Menurut Abdullah, jumlah pemilik software asli bisa dihitung dengan jari karena harganya yang mahal. Itu sebabnya dia berharap razia software yang akan dilakukan kepolisian harus tetap mengedepankan dampaknya bagi masyarakat.

Lebih jauh Abdullah mengatakan, kepolisian dan kejaksaan harus terlebih dulu menertibkan perangkatnya sebelum melakukan razia keluar. Sebab tak bisa diterima jika kedua institusi tersebut menegakkan aturan sementara mereka justru menikmati software bajakan.

Penggunaan software bajakan, seharusnya bisa dicegah jika setiap instansi pemerintah benar-benar menggunakan alokasi anggaran IT dengan benar. Apalagi setiap tahun, masing-masing instansi, mengajukan anggaran perawatan teknis komputer dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). “Anggarannya ada, kenapa masih pakai bajakan,” ucap Abdullah.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Kediri Ajun Komisaris Didit Prihantoro membenarkan rencana operasi software bajakan tersebut. Saat ini pihaknya masih menunggu koordinasi dengan pemegang merek dan Polda Jawa Timur. “Sasarannya seluruh masyarakat,” papar Didit.

Salah seorang pemilik warung internet di kawasan Kota Kediri mengaku was-was dengan rencana tersebut. Sebab kegiatan itu kerap disalahgunakan oleh oknum polisi untuk meminta uang kepada pengusaha yang kedapatan menggunakan software bajakan. Bahkan petugas juga cenderung mencari-cari kesalahan agar bisa melakukan penyitaan. “Ujung-ujungnya juga minta duit,” tuturnya. HARI TRI WASONO.