TEMPO/Eko Siswono toyudho
Topik
Dzikir Akbar Bubar, Sampah Bertebaran di Monas
TEMPO Interaktif, Jakarta -Usai Dzikir Akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad usai di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, sampah berserakan di mana-mana. Jumlahnya meningkat dua kali lipat dari biasanya. Ribuan jamaan peserta perayaan itu meninggalkan tumpukan sampah koran dan plastik. "Ya, tahu sendiri masyarakat indonesia. Padahal, bagusnya diambil sampahnya," kata Kepala Sub Dinas Kebersihan Jakarta Pusat Togo Torob hari ini.
Di hari biasa, jumlah sampah sekitar Monas sekitar 6 meter kubik. Namun, setelah kegiatan besar atau di hari libur, jumlah sampah meningkat sampai 15 meter kubik. "Untuk liburan dan acara ini (dzikir-red), Dinas Kebersihan menurunkan sekitar 50 orang petugas penyapu dan sopir pengangkut."
Togo menegaskan, di kawasan Monas Dinas Kebersihan memasang 128 tong sampah. "Sebelum shiff siang, sampah ditargetkan sudah bisa terangkut semuanya. Dan pengunjung yang datang siang bisa nyaman berada di Monas."
Ia berharap, peserta kegiatan di Monas diharapkan membawa sampahnya kembali atau membuangnya ke tempat sampah yang disediakan. "Himbauan sudah dilakukan di berbagai media. Tapi kenyataannya, ya seperti ini."
ALWAN RIDHA RAMDANI





