PLTP. TEMPO/Aditya Herlambang Putra
Topik
Realisasi Investasi Panas Bumi Pertamina Menurun
TEMPO Interaktif, Jakarta - Capaian investasi panas bumi PT Pertamina Geothermal Energy (PT PGE) mengalami penurunan. Sepanjang tahun 2010 lalu, PGE hanya berhasil merealisasikan investasi sebesar Rp 1,3 triliun, lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi investasi tahun 2009 yang mencapai Rp 1,5 triliun.
Manajer Komunikasi PGE, Adiatma Sardjito, menyatakan bahwa penurunan investasi terjadi karena proses pengembangan energi panas bumi pada tahun lalu banyak terhambat dalam soal perijinan."Banyak yang tidak terlaksana karena proses perijinan yang tidak selesai, dan itu akan kita kejar sekarang," ujar Adiatma kepada Tempo, Selasa (15/02).
Pertamina, kata dia, sebenarnya menargetkan belanja modal hingga sebesar Rp 2,5 triliun pada tahun lalu. Namun, karena banyak yang tidak tercapai, sisa belanja modal yang belum terealisasi akan dikejar oleh Pertamina pada tahun ini."Perijinan sekarang sudah positif, mudah-mudahan setengah tahun ini kita bisa dealing dengan," ujarnya.
Walaupun target tahun lalu tidak tercapai, Pertamina tetap optimis dalam pengembangan panas bumi dengan menargetkan belanja modal di tahun 2011 lebih tinggi ketimbang tahun lalu, yaitu sebesar Rp 2,8 triliun." Karena tahun ini kita punya target untuk mengebor 31 sumur," tambahnya.
Indonesia sebenarnya memiliki potensi panas bumi hingga mencapai 28000 Megawatt (Mw) atau ekuivalen dengan 219 miliar barel minyak. Sementara, kapasitas listrik panas bumi terpasang hingga saat ini baru 1.194 Mw atau hanya sebesar 4,3 persen dari potensi yang tersedia.
Dalam rangakaian bauran energi, pemerintah berencana mengoptimalkan pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi hingga 12.332 Mw pada tahun 2025 mendatang. Panas bumi, bahkan ditargetkan mampu memberikan daya listrik hingga 3.977 Mw dalam proyek 10.000 Megawatt Tahap II yang direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2014.
Pertamina Geothermal sendiri menargetkan mampu mengelola hingga 1.970 Megawatt potensi panas bumi yang bisa menghasilkan 1.340 megawatt tenaga listrik pada tahun 2014. Demi mencapai target tersebut, hingga saat ini Pertamina tengah mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi yang ada di Indonesia. Ke-15 wilayah tersebut di antaranya adalah Sibayak, Sungai penuh, Lumut Balai, Ulubelu, Hululais, Kotarnobagu, Lahendong, dan Karnojang.
GUSTIDHA BUDIARTIE





