Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Selebaran Gelap Beredar di Semarang  

image-gnews
Iklan
TEMPO Interaktif, Semarang - Selebaran gelap yang mendeskriditkan agama Islam beredar di beberapa masjid di Kota Semarang. Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Tengah Ibnu Djarir, selebaran yang berisi penghinaan dan hujatan kepada agama Islam itu ditemukan di beberapa masjid di Kota Semarang. Ia mencontohkan di Masjid Agung Baiturrahman, Simpang Lima, Semarang, selebaran itu tergeletak di depan masjid.

"Kami enggak tahu siapa yang mendistribusikan. Karyawan masjid baru tahu selebaran itu yang sudah tergeletak di depan masjid," ujar Ibnu Djarir, Selasa (15/2).

Selain di Masjid Baiturrahman, kata Ibnu Djarir, selebaran juga ditemukan di depan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Temuan itu, kata dia, sudah disampaikan ke Polda Jawa Tengah, Senin (14/2) saat ada acara pertemuan dengan tokoh-tokoh agama.

Ibnu Djarir meminta agar aparat kepolisian tegas dalam menghadapi adanya selebaran-selabaran yang berisi penghinaan terhadap suatu agama itu. "Jika dibiarkan bisa menyulut konflik," katanya.

Selebaran tersebut tidak berbentuk buku, tapi hanya selebaran foto copy-an. Selebaran itu berukuran kertas folio berwarna hitam putih. Judul selebaran diantaranya: "Keputusan MUI Awal Kehancuran Islam di Indonesia"; "Indonesia Negara Berpenduduk Kafir Terbesar di Dunia"; dan "Bangsa Arab Kaum yang Dikutuk Allah".

Tak ada alamat yang jelas dalam selebaran tersebut. Selebaran itu hanya memberi keterangan alamat website, yakni: http://tertuduhnabipalsuindonesia.com.

Dalam selebaran "Keputusan MUI Awal Kehancuran Islam di Indonesia" disebutkan seharusnya MUI tak boleh merasa memegang kebenaran sendiri. Sebab, individu akan memiliki penasfsiran masing-masing.

Dalam selebaran itu juga tercantum pihak yang mengeluarkan, yakni Pusat Informasi Hakikat Islam dengan nomor telepon 081703336667. Saat Tempo mencoba menelepon, telepon itu tak diangkat.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kepolisian Daerah Jawa Tengah sendiri mengaku masih menyelidiki selebaran itu. "Kami masih melakukan penyelidikan atas adanya selebaran-selebaran seperti itu," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Djihartono kepada Tempo.

Djihartono menyatakan kerukunan umat beragama harus dijaga sehingga bagi mereka yang menghina agama tertentu harus dihukum sesuai hukum yang ada.

Direktur Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Semarang, Tedi Kholiluddin yakin orang Semarang tidak akan terprovokasi selebaran itu. "Sebab, tipologi warga Semarang bisa mencerna dengan baik provokasi-provokasi murahan seperti itu," katanya.

Tedi memperkirakan saat ini ada sekelompok orang yang sengaja memancing di air keruh yang bisa mendorong emosi massa disulut untuk berbuat anarkis. "Mereka mencoba mengulangi konflik dengan isu agama yang sudah terjadi di beberapa daerah," ujarnya. Tedi sendiri mengaku tidak tahu siapa yang memanfaatkan isu keagamaan tersebut.

Ke depan, kata Tedi, dibutuhkan ketegasan baik dari kelompok agama maupun institusi yang bergerak di bidang keagaamn untuk memberikan penjelasan kepada warganya agar lebih bisa dewasa dalam menyikapi perbedaan agama. "Dengan pemahaman keberagamaan maka bisa membantu untuk meredam emosi massa," kata Tedi.

ROFIUDDIN
 

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Ini Alasan Polisi Tak Tahan Roy Suryo

29 Juli 2022

Eks Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo didampingi kuasa hukum berikan penjelasan usai menjalani pemeriksaan terkait meme Candi Borobudur yang di edit wajah Presiden RI Joko Widodo di Polda Metro Jaya , Jakarta Selatan. Kamis 30 Juni 2022. Polda Metro Jaya menerima dua laporan atas Roy Suryo yang telah naik ke tingkat penyidikan, yakni laporan Kurniawan Santoso di Polda Metro Jaya dan pelapor bernama Kevin Wu di Bareskrim Polri. Roy mendapat sebanyak 18 pertanyaan dan polisi menyita akun twiter miliknya untuk pemeriksaan lebih lanjut. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Ini Alasan Polisi Tak Tahan Roy Suryo

Roy Suryo meninggalkan Polda Metro Jaya Kamis malam, 28 Juli 2022 sekitar pukul 22.30 WIB.


Daftar Film yang Dilarang Tayang oleh Banyak Negara, Ada Apa?

11 Desember 2021

Tangga di film The Exorcist. panoramio.com
Daftar Film yang Dilarang Tayang oleh Banyak Negara, Ada Apa?

Kontroversi-kontroversi itu meliputi film-film yang memiliki konten sadis, menjijikkan, penghinaan, hingga mengandung pelecehan.


Kongres Ulama Perempuan: Promosi Kawin Anak Aisha Weddings Melecehkan Agama

12 Februari 2021

Ilustrasi pernikahan. Shutterstock
Kongres Ulama Perempuan: Promosi Kawin Anak Aisha Weddings Melecehkan Agama

KUPI menyoroti promosi kawin anak, nikah siri, dan poligami oleh Aisha Weddings dengan narasi ketaatan dan ketakwaan adalah bentuk pelecehan agama.


Abu Janda Penuhi Panggilan Penyidik Bareskrim

1 Februari 2021

Permadi Arya atau Abu Janda. twitter.com/permadiaktivis
Abu Janda Penuhi Panggilan Penyidik Bareskrim

Permadi Arya atau Abu Janda hadir memenuhi panggilan penyidik Badan Reserse Kriminal Polri pada hari ini, Senin, 1 Februari 2021.


Padukan Azan dengan Musik Disko, Klub Malam Tunisia Ditutup  

4 April 2017

Ilustrasi klub malam. youtube.com
Padukan Azan dengan Musik Disko, Klub Malam Tunisia Ditutup  

Otoritas Tunisia menutup sebuah klub malam yang memutar musik berpadu dengan azan atau panggilan salat bagi umat Islam.


Pendeta Minahasa Laporkan Rizieq FPI ke Bareskrim  

27 Januari 2017

Ketua Umum FPI Jakarta, Habib Muchsin pelapor terkait kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bersama Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab menjadi saksi ahli pelapor saat akan mengikuti gelar perkara di Ruang Rupatama, Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, 15 November 2016. TEMPO/Subekti.
Pendeta Minahasa Laporkan Rizieq FPI ke Bareskrim  

Mengaku sebagai pendeta di Minahasa, Sulawesi Utara, Max datang bersama beberapa pengurus Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI).


Rizieq FPI Yakin Ahok Jadi Tersangka  

15 November 2016

Ketua Umum FPI, Muhammad Rizieq Shihab, memasuki gedung DPRD DKI Jakarta saat aksi unjuk rasa menuntut Ahok mundur di depan gedung DPRD DKI Jakarta, 10 November 2014. TEMPO/Dasril Roszandi
Rizieq FPI Yakin Ahok Jadi Tersangka  

Menurut Rizieq, kelengkapan saksi dan kekuatan argumentasi para pelapor akan membuat Ahok dinyatakan sebagai tersangka.


Gelar Perkara Ahok, Pelapor Berdatangan  

15 November 2016

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyambut warga DKI Jakarta di Rumah Lembang, Jalan Lembang No 25&27, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 14 November 2016. TEMPO/Larissa
Gelar Perkara Ahok, Pelapor Berdatangan  

Ahok tidak menghadiri gelar perkara ini karena melanjutkan kampanye di Rumah Lembang.


9 Jam Diperiksa Bareskrim, Penyidik Tanyakan Ini kepada Ahok  

8 November 2016

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) usai menjalani pemeriksaan di Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta, 7 November 2016. Ahok diperiksa selama sembilan jam terkait kasus dugaan penistaan agama surat Al-Maidah ayat 51. TEMPO/Subekti
9 Jam Diperiksa Bareskrim, Penyidik Tanyakan Ini kepada Ahok  

Penyidik mencari niat buruk dan faktor kesengajaan terkait dengan perkataan Ahok soal Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 51.


Munarman FPI Bandingkan Video Ahok dengan Ariel 'Noah'  

7 November 2016

Munarman. TEMPO/Imam Sukamto
Munarman FPI Bandingkan Video Ahok dengan Ariel 'Noah'  

Menurut Munarman, dalam kasus ahok yang pertama kali mengunggah video adalah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.