Suryadharma Ali. TEMPO/Imam Sukamto
Menteri Agama Sebut Insiden YAPI Murni Tawuran Santri
TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, insiden penyerangan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ma''hadul Islam Yayasan Pesantren Islam (YAPI) di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, kemarin tidak dilatari motif agama. Insiden itu murni tawuran antar santri.
"Saya mendapatkan informasi sementara, di Pasuruan itu bukan soal agama. Tetapi itu semacam tawuran santri," kata Suryadharma ditemui di Hotel Sahid, Rabu (16/2).
Suryadharma mengatakan, kejadian bermula ketika santri bermotor yang diduga sebagai penyerang itu pulang ke Singosari, Malang. Mereka usai mengikuti sebuah pengajian di sana.
Pulang dari pengajian, lanjut dia, mereka menemukan para santri YAPI yang sedang main bola, kemudian mereka saling melontarkan ejekan. "Jadi ejek-ejekan. Soal biasa. Tawuran lah," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, seratusan orang tak dikenal, Selasa (15/2) siang menyerang Pondok Pesantren Al Ma''hadul Islam YAPI di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Sebanyak empat santri dan dua penjaga pondok dilaporkan mengalami luka-luka. Selain itu, kaca kantor Yayasan juga pecah akibat serangan itu.
Menurut Ketua Yayasan, Ali Mukhsin Assegaf, para pelaku beramai-ramai menggunakan sepeda motor dari arah Pandaan, lalu masuk ke areal pondok pesantren. Setelah menyerang sejumlah santri, para pelaku keluar pondok dan berjalan menuju arah Bangil, lalu kembali lagi ke arah Pandaan.
Usai penyerangan, aparat kepolisian masih berjaga-jaga di sekitar lokasi. Polisi juga tengah mengejar para pelaku penyerangan.
Pondok pesantren yang banyak melahirkan mubalig itu kini dijaga ratusan personel dari Brimob Polda Jawa Timur di Malang dan Batalyon Kavaleri Tank yang bermarkas di Beji.
MAHARDIKA SATRIA HADI





