Pembangunan Kantor DPD Habiskan Rp 450 Miliar

TEMPO Interaktif, Jakarta - Biaya pembangunan kantor gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) di seluruh Indonesia menghabiskan anggaran Rp. 450 miliar. “Sebenarnya untuk biaya pembangunan tergantung kondisi masing-masing daerah,” kata Sekretaris Jendral DPD RI, Siti Nurbaya, usai peletakan batu pertama pembangunan kantor DPD RI di Gorontalo, Rabu (16/2).

Untuk pembangunan kantor DPD di Provinsi Gorontalo, kata dia,  menelan anggaran sebesar Rp. 30 sampai 40 milyar rupiah. Menurut Siti, anggaran sebanyak Rp. 40 milyar rupiah itu sudah termasuk untuk membiayai tenaga Information Teknologi (IT) dan karyawan lainnya yang mengurusi proses pembangunan gedung DPD Gorontalo.

Proses pembangunan kantor DPD di Gorontalo kata Siti, sebenarnya ditargetkan selesai pada tahun 2011. Namun karena awal pembangunannya dimulai pada tahun yang sama, maka diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2012.

Jika kantor tersebut selesai dibangun, lanjut Siti, maka empat orang anggota DPD di daerah akan berkantor di Gorontalo. Mereka akan dibantu oleh empat orang staf ahli dan 10 sampai 20 orang staf pegawai. ”Para anggota DPD ini nantinya akan berdomisili di Jakarta dan berkantor di daerah. Hitung-hitungannya, dua bulan di Jakarta dan satu bulan mereka di Gorontalo,” kata Siti.

Sebelumnya, ketua DPD RI, Irman Gusman, mengatakan, tujuan pembangunan kantor DPD di daerah untuk mendekatkan wakilnya dengan konstituen dan menyerap aspirasi masyarakat. ”DPD itu adalah representasi nasional di daerah,” ungkapnya.

Irman menambahkan, pembangunan kantor DPD di Gorontalo dibangun di atas tanah seluas 3.200 meter perkubik yang merupakan tanah hibah dari pemerintah Provinsi Gorontalo.

CHRISTOPEL PAINO