foto

TEMPO/Imam Sukamto

BRI Kucuri Kredit PTPN II  

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan fasilitas kredit kepada PT Perkebunan Nusantara II (Persero). Perjanjian penyaluran kredit tersebut ditandatangani oleh BRI dan PTPN II pada hari ini, Rabu (16/2), di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Total kredit yang disalurkan sebesar Rp 1,078 triliun.

Menurut Menteri BUMN Mustafa Abubakar, kredit tersebut merupakan salah satu fasilitas yang diberikan bagi rencana pengembangan PTPN II, di antaranya pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 1.265 kilometer, penanaman kembali (replanting) kebun kelapa sawit seluas 6.000 hektar, dan perbaikan 3 unit pabrik kelapa sawit.

“Dengan bantuan ini, diharapkan PTPN II dapat meningkatkan laba dan perolehan dividen yang signifikan dalam 3 tahun ke depan, juga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja hingga 3.000 orang,” kata Mustafa.

Menurut Direktur Bisnis Kelembagaan dan BUMN BRI Asmawi Syam, fasilitas kredit kepada PTPN II merupakan bagian dari upaya perbankan mengembangkan pembiayaan ke perusahaan BUMN, khususnya BUMN sektor perkebunan.

Total kredit yang disalurkan tersebut, terdiri dari fasilitas kredit modal kerja sebesar Rp 165 miliar dan fasilitas kredit investasi sebesar Rp 840,5 miliar. Modal tersebut diperuntukkan bagi budidaya sektor gula dan kelapa sawit, serta investasi untuk distrik sawit dan revitalisasi gula PTPN II.

“Hingga September 2010, pembiayaan BRI ke BUMN sektor perkebunan telah mencapai Rp 4,6 triliun, dengan outstanding sebesar Rp 1,4 triliun,” kata Asmawi. Menurutnya, porsi terbesar dari total pinjaman korporasi adalah kepada sektor agribisnis, dengan porsi penyaluran kepada BUMN sebesar 48,53 persen.

Menurut Direktur Utama PTPN II Bhatara Moeda Nasution, pada 10 tahun lalu perusahaannya berada dalam kondisi sulit. Namun, sejak 3 tahun lalu mulai menunjukkan tren laba yang membaik dan perusahaan sudah menyelesaikan akumulasi utang-utangnya.

“Dengan kredit ini, maka kami harapkan bisa meningkatkan keuntungan bagi kebun kelapa sawit kami hingga 300 persen, dalam 3 tahun mendatang. Sementara, untuk revitalisasi gula kami targetkan 40 persen,” kata Bhatara.

Sebelumnya, BRI juga telah memberikan fasilitas kredit investasi untuk pengembangan sektor usaha sawit PTPN II, yang direncanakan akan melakukan penanaman kembali (replanting) kebun sawitnya di Distrik Rayon Utara seluas 6.000 hektar.

EVANA DEWI