Prabowo: Lahan Produktif Berkurang 100 Ribu Hektare Setiap Tahun

TEMPO Interaktif, SURABAYA - Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Prabowo Soebianto mengatakan, lahan pertanian di Indonesia tiap tahun berkurang sekitar 100 ribu hektare.

Pengurangan lahan produktif mayoritas disebabkan proses pembangunan yang tidak pro pada lingkungan. Prabowo mencontohkan pembangunan tol Surabaya-Mojokerto yang saat ini sedang dikerjakan setidaknya telah melenyapkan 315 hektare lahan produktif.

"Itu baru lahan untuk tol, belum lagi kalau (tol) sudah jadi, kanan kirinya akan beralih fungsi menjadi real estate," kata Prabowo usai melantik pengurus DPD HKTI Jawa Timur di Empare Palace Surabaya Minggu sore (20/2).

Akibat terus berkurangnya areal produktif sebagai lahan pertanian, harga pangan dunia terus mengalami kenaikan sekitar 25 persen per tahun. "Ini yang seharusnya kita tekan," ujarnya.

Menurut mantan Cawapres pada pemilu 2009 itu, pemerintah hingga kini belum merealisasikan janjinya yang akan membuka 7,7 juta hektare lahan pertanian baru. "Kementerian Pertanian menjanjikan itu, kita harus dorong, jangan hanya bisa ngomong akan-akan terus," papar Prabowo yang juga Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyindir kesalahan pemerintah sehingga tidak mampu menekan harga berbagai komoditi, terutama harga kedelai. "Saat kampanye lalu, saya menjanjikan buka enam juta lahan baru, banyak orang yang menertawakan. Sekarang harga 57 komoditas buktinya melangit," ucap Prabowo.

Di tempat yang sama, Ketua DPD HKTI Jawa Timur yang baru dilantik Musthofa Kalam Pasa mengatakan, produksi pertanian di Jawa Timur adalah yang terbesar karena mencukupi sekitar 21 persen kebutuhan pangan nasional.

"Hasil komoditas pangan Jawa Timur mencapai 14 juta ton per tahun, ini yang terbesar," kata Musthofa yang juga Bupati Mojokerto.

Musthofa merinci, produksi Jagung dari Jawa Timur per tahun mencapai 4,6 juta ton, atau sekitar 38 persen dari produksi nasional. Kedelai 396 ribu ton, atau setara dengan 40 persen produksi kedelai nasional.

"Jangan bangga dengan hasil ini, harus terus kita pacu. Pembukaan lahan pertanian baru juga harus ditingkatkan," katanya. FATKHURROHMAN TAUFIQ.