Warga korban penggusuran melakukan aksi unjuk rasa jahit mulut di Rawasari, Jakarta, (13/2). TEMPO/Tony Hartawan
Warga Rawasari Minta Dialog Ganti Rugi Di Tempat Aksi
TEMPO Interaktif, Jakarta -Warga Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat yang bertahan menutut ganti rugi dilokasi proyek pembangunan Apartemen Green Pramuka, akan mendesak dialog yang digagas staf khusus presiden bidang momi daerah, pemerintah provinsi dan pengembang dilakukan di tempat aksi mereka."Kita akan bertahan disini, dan dialog Selasa atau Rabu nanti harus dilakukan disini," ujar Bernad Tampubolon Koordinator Aksi pada Tempo hari ini.
Ia menagatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan masyarakat, untuk pertemuan mendatang. Selain itu, pihaknya tengah merencanakan aksi ke Istana Negara."Kami sedang melakukan koordinasi, buat pertemuan nanti dan aksi ke istana negara," ujarnya.
Istana Kepresidenan, melalui staf khusus kepresidenan Setiyardi akan menggelar dialog antara pemerintah provinsi DKI Jakarta, pengembang Green Pramuka serta masyarakat pada Selasa (22/2) atau Rabu (23/2) mendatang."Warga sendiri tetap pada tuntutannya, ganti rugi sesuai dengan NJOP saat ini."
Sedangkan, empat orang warga yang melakukan aksi mogok makan akhirnya di bawa ke Rumah Sakit UKI Cawang, Jakarta Timur. Selumnya pada hari Jumat (18/2), Ibu Buyung (56) dan Kardinah (54) yang mogok makan dan tutup mulut dengan lakban sudah lebih dahulu di bawa tim dokter. Menyusul pada Minggu(20/2) kemarin, ibu Lusi (53) dan ibu Eet (45) yang ngotot bertahan mogok makan dan jahit mulut juga di paksa dibawa ke rumah sakit karena kondisnya terus menurun."Kondisinya masih lemah, kita terus pantau kesehatan mereka," ujar Bernad.
ALWAN RIDHA RAMDANI





