Topik
Taman Nasional Lorentz Akan Direhabilitasi
TEMPO Interaktif, Jayapura - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua akan merehabilitasi lahan kritis seluas 1.500 hektare di dalam Taman Nasional Lorentz, Papua.
"Sebab kerusakan lahan kritis di wilayah itu, di antaranya diakibatkan kebakaran hutan, penebangan liar dan juga adanya pembangunan kabupaten pemekaran," kata Kepala BKSDA Papua, IGNN Sutedja, Senin (21/2) siang.
Menurut Suteja, di dalam kawasan Taman Nasional Lorentz, terdapat 10 kabupaten dan juga terdapat banyak penumpukan sampah dari para pendaki yang datang ke wilayah itu. "Walau memang pemekaran wilayah kabupaten dasarnya sesuai undang-undang, tapi juga wilayah itu juga diatur dengan undang-undang," terangnya.
Untuk itu, menurut Suteja, pihaknya akan melakukan pendekatan tata ruang yang baru, misalnya berapa banyak ruang yang dibutuhkan untuk budi daya dan untuk kawasan pembangunan daerah, serta berapa banyak untuk kawasan hutan lindung. "Hal inilah yang perlu kita harus sepakati bersama dengan pemerintah daerah. Sehingga, paling tidak 20 tahun mendatang kita pegang hal ini," tandasnya.
Sekadar diketahui, Taman Nasional Lorentz merupakan salah satu taman nasional dengan ekosistem terlengkap yang dimiliki Indonesia. Salah satu ciri khasnya, yakni memiliki gletser atau lapisan salju es di Puncak Jaya. Hanya ada tiga kawasan di Asia Tenggara dan Pasifik yang memiliki gletser di daerah tropis, dan Taman Nasional Lorentz adalah salah satunya.
Taman Nasional Lorentz membentang di 5.000 meter di atas permukaan laut, memiliki gletser, hutan bakau dan perairan pesisir pantai. Memiliki vegetasi sub Alvin, Alvin, sub Montana, lahan basah dan dataran rendah.
Tipe hutan yang dimilikinya, antara lain lumut kerak, hutan kerangas, hutan hujan lahan datar/lereng, padang rumput, hutan tepi sungai, hutan rawa, hutan pegunungan, hutan sagu, hutan hujan pada bukit, pantai pasir karang, dan hutan gambut.
Sedangkan satwa yang ada dan hidup di Taman Nasional Lorentz, di antaranya memiliki 630 jenis burung dan mamalia yang ada sekitar 123 jenis. Akibat keanekaragaman hayati yang dimilikinya ini, maka Taman Nasional Lorentz ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO dan Warisan Alam ASEAN oleh negara-negara ASEAN. Wilayah ini telah dinyatakan sebagai Taman Nasional sejak tahun 1997 lalu.
CUNDING LEVI





