Umat Hindu bersembahyang di Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan
Topik
Bali Desak TV Berbayar Tak Siaran di Hari Nyepi
TEMPO Interaktif, Denpasar - Untuk meningkatkan kualitas Brata (Ibadah) di hari Raya Nyepi, Pemerintah Provinsi Bali mendesak jaringan televisi berbayar untuk mematikan siarannya ke Bali. Permintaan itu sudah disampaikan ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali serta Menteri Komunikasi dan Informatika.
“Tahun lalu baru TV reguler yang mematikan siarannya. Kita harapkan tahun ini bisa dilaksanakan juga oleh TV berbayar,” kata Kepala Dinas Perhubungan dan Informasi Made Santha, Senin (21/2).
Hari Raya Nyepi akan jatuh pada Sabtu 5 Maret 2011. Tepatnya mulai pukul 06.00 Wita sampai dengan Minggu 6 Maret 2011 pukul 06.00 Wita. Pada saat itu, umat Hindu diharapkan melaksanakan Brata Penyepian. Yakni, amati geni (tidak menghidupkan cahaya), amati lelanguan (tidak bersenang-senang), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati karya (tidak bekerja).
Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Bali Made Nurbawa membenarkan adanya himbauan bagi TV berbayar untuk tidak mengarahkan siaran ke Bali. “Semua menyatakan komitmennya karena menghormati kearifan lokal Bali,” kata Nurbawa. Namun mereka juga meminta permakluman karena ada kemungkinan pancaran satelit tidak bisa sepenuhnya dihalangi dan masih tertangkap di Bali.
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Bali sendiri tidak menyertai imbauan dengan sanksi apa pun. Pihaknya, kata Nurbawa, hanya bisa menagih komitmen yang telah diberikan sebelumnya. “Pada TV reguler pun kita tidak menerapkan sanksi. Namun seluruhnya bisa memahami keinginan warga Bali,” ujarnya.
Sebelumnya, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Bali sudah bertemu dengan perwakilan 15 TV berbayar yang memiliki dan memancarkan siaran ke Bali dengan melibatkan Dinas Perhubungan dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bali.
ROFIQI HASAN





