ilustrasi perampokan
Topik
Ibu Gendong Bayi Dikalungi Clurit
TEMPO Interaktif, Lumajang- Aksi perampokan di Kabupaten Lumajang merajalela dan sadis. Hari ini (22/2), perampokan terjadi di Kecamatan Tekung dan Senduro. Seorang korbannya sempat dikalungi celurit meski tengah menggendong bayi.
Herlina, 25 tahun, warga Dusun Besukan, Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (22/2), menjelang subuh dikalungi celurit oleh para perampok. Saat itu, istri pedagang beras, Mochamad Nafiudin, 28 tahun, ini sedang tidur dengan anak laki-lakinya yang masih berusia 20 bulan, Mochamad Jawaharul Alam. ”Saya dikalungi celurit dengan anak masih dalam gendongan,” kata Herlina.
Sang suami, yang tidur di kamar terpisah, tidak mengetahui kejadian tersebut. Aksi perampokan itu baru diketahui, sesaat setelah para perampok meninggalkan rumah. Uang tunai Rp 20 juta, perhiasan emas puluhan gram dengan taksiran harga Rp 10 juta raib dibawa kabur para perampok ini. Modus perampokan ini adalah dengan membangunkan korban serta mengalunginya dengan sebilah celurit.
Di bawah ancaman celurit, Herlina terpaksa menunjukkan tempat uang dan perhiasannya disimpan. Usai menguras uang dan perhiasan, pelaku kabur. Tak lama kemudian, Herlina menjerit ketakutan. Pagi harinya, kejadian itu dilaporkan ke polisi.
Hari ini, kasus perampokan juga terjadi di Dusun Sumberjo, Desa Bedayu, Kecamatan Senduro. Rumah milik Dwi Pratiwi, 20 tahun, dibobol para perampok. Sebuah sepeda motor dengan nomor polisi N 5901 ZG digondol para pelaku yang masuk dengan cara mencongkel jendela rumahnya. Kerugian ditaksir sekitar Rp 10 juta.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Lumajang Ajun Komisaris Kusmindar mengakui terjadi peningkatan aksi pencurian. ”Kami telah membentuk tim untuk menangani serta mengantisipasi aksi curat (pencurian dengan pemberatan) dan curas (pencurian dengan kekerasan) ini,” kata Kusmindar.
DAVID PRIYASIDHARTA





