Sebuah bangunan terlihat rusak akibat gempa di kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (2/9). Gempa dengan kekuatan 7,3 Skala Richter terjadi pada pukul 14.55 WIB. AP Photo/Faisal Amirudin
Topik
Pasca Gempa, 350 SD yang Rusak di Garut Belum Diperbaiki
TEMPO Interaktif, Garut - Sebanyak 350 Sekolah Dasar yang rusak akibat gempa Tasikmalaya pada 2009 lalu, di Kabupaten Garut, Jawa Barat, hingga kini belum diperbaiki. Sekolah rusak tersebut tersebar di 18 kecamatan di daerah Garut bagian Selatan.
Sekolah yang belum diperbaiki itu masuk dalam kategori rusak ringan dan sedang. “Rehab sekolah belum bisa dilakukan karena belum ada dana,” ujar Kepala Seksi Sarana dan Prasarana TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Mahdar kepada Tempo, Rabu (23/2).
Menurut dia, perbaikan baru dilakukan pada sekolah yang mengalami rusak berat sebanyak 50 unit, yang telah dilakukan pada 2009 dan 2010. Dana perbaikan itu di antaranya bersumber dari pemerintah pusat sebanyak 20 sekolah dan 30 sekolah lainnya dibantu oleh pihak ketiga.
Mahdar menambahkan, akibat belum diperbaikinya gedung sekolah ini proses belajar mengajar siswa terganggu. Banyak di antara sekolah yang terpaksa memberlakukan pembagian jam belajar karena ruangan yang rusak tidak digunakan.
Selain itu, pihak sekolah juga mengurangi jam belajar siswa. Dari yang semula 45 menit setiap jamnya menjadi 30 menit. “Mereka khawatir roboh, apalagi bila hujan dan angin kencang yang kerap melanda daerah selatan,” ujar Mahdar.
Mahdar, menambahkan perbaikan sekolah rusak akibat gempa ditargetkan selesai pada 2012 mendatang. Hal itu sesuai dengan rencana pemerintah pusat beberapa waktu lalu yang menjanjikan akan memberikan bantuan rehab dalam tiga tahap. “Saya harap para donatur juga mau membantu sekolah yang rusak agar cepat diperbaiki, sehingga para guru dan siswa tidak dihantui kecemasan terus,” ujarnya.
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Garut Wawan Kurnia, meminta pemerintah daerah untuk proaktif ke pemerintah pusat. Hal itu agar dana penanggulangan bencana dapat segera dicairkan. “Pendekatan harus terus dilakukan. Jangan sampai tahun lalu di Kementerian Kesehatan hanya Garut yang belum mengajukan usulan penanggulangan gempa,” ujarnya.
Sigit Zulmunir





