Rela Dimandulkan, Suami Dapat Duit

TEMPO Interaktif, Purbalingga - Minat ribuan suami di Purbalingga, Jawa Tengah, agar tak memiliki anak lagi cukup besar. Sekitar 1.750 laki-laki rela melakukan operasi. “Mereka yang ikut program ini mendapat bantuan Rp 150 ribu sebagai pengganti selama tak bekerja tiga hari,” kata Driyono, pejabat setempat di bidang kependudukan, Rabu (23/2).

Pemberian duit bagi para suami yang dimandulkan ini merupakan bagian dari program pemerintah setempat dalam menekan jumlah penduduk. Mereka yang bersedia diikutkan program Keluarga Berencana melalui metode operasi pria alias MOP.

Selama ini warga Purbalingga paling tak berminat mengikuti program kontrasepsi melalui metode ‘pemandulan’ jangka panjang ini. Suami-isteri lebih memilih metode Intra Urine Divice atau IUD bagi sang isteri atau metode operasi wanita atau MOW. “Kini menjadi peserta KB tak hanya dimonopoli perempuan,” kata Diyono.

Jumlah peserta MOP itu cukup besar pada tahun ini dibandingkan target pemerintah Purbalingga yakni 453 peserta. Total target peserta keluarga berencana di Purbalingga sebanyak 25 ribu pada tahun ini. “Kami akan menggandeng semua pihak supaya tak ada ledakan penduduk pada 2020,” kata dia.

Guna menambah minat suami atau isteri, pemerintah daerah menggratiskan biaya ikut MOP dan MOW. Calon akseptor hanya diminta mendaftar dan mengikuti konseling di Puskesmas selama tiga hari paskaoperasi. Karena dianggap tak bekerja selama tiga hari, maka pemerintah daerah memberi duit Rp 150 ribu sebagai gantinya.

ARIS ANDRIANTO