foto

Reaktor nuklir. AP/Mindaugas Kulbis

Bangladesh-Rusia Teken Kerjasama Energi Nuklir  

TEMPO Interaktif, Dhaka - Bangladesh bakal tak kesulitan lagi menyediakan energi listrik untuk rakyatnya setelah bersama-sama Rusia membangun pembangkit listrik bertenaga nuklir.

Negeri itu, jelas pejabat setempat Jumat (25/2), telah menandatangani kerjasama energi listrik bertenaga nuklir dengan Rusia. Kelak, hasil kerjasama itu akan menghasilkan listrik 2000 megawat.

Rusia akan membangun dua reaktor nuklir masing-masing berkapasitas 1000 megawat di Rooppur dengan biaya sekitar $2 milyar (Rp 18 triliun). Pembangunan listrik bertenaga nuklir ini diharapkan selesai pada 2017/18.

Menurut pejabat Bangladesh, proses pembangunan reaktor nuklir berikut operasionalnya akan ditangani oleh perusahaan milik negara asal Rusia, Rosatom.

Rencana pembangunan pembangkit listrik berbasis energi nuklir sebenarnya sudah lama direncanakan Bangladesh. Namun pembangunan tersebut sempat terhenti oleh unjuk rasa masyarakat yang tidak sepakat pembangunan itu. Oleh sebab itu, untuk memenuhi kebutuhan listrik, Bangladesh terpaksa mengandalkan dari sumber energi batu bara dan gas yang jumlahnya terbatas.

Jumlah rakyat Bangdesh, saat ini, sekitar 150 juta jiwa, tetapi yang bisa menikmati aliran listrik hanya 45 persen. Hal ini disebabkan keterbatasan kemampuan negara memenuhi kebutuhan tersebut. Untuk itu, kerjasama dengan Rusia diharapkan selain bisa memenuhi kebutuhan listrik bagi seluruh rakyat juga dapat mengurangi kerugian ekonomi yang diperkirakan mencapai $1 miliar (Rp 9 triliun) per tahun.

REUTERS | CHOIRUL