Kelompok Anti-Qadhafi Kuasai Kota Utama di Libya
Barikade yang di pasang warga di Distrik Tajoura sebelah Timur Tripoli, Libya. AP/Ben Curtis
TEMPO Interaktif, Tripoli - Kota penting di Libya seperti Tripoli, Misrata, Sabratha dan timur Tajoura di Libya telah direbut dan dikuasai kelompok oposisi terhadap pemerintahan Moammar Qadhafi. Kelompok anti-pemerintah secara umum telah mengambil alih kendali, meski beberapa lokasi di Tripoli masih terjadi kericuhan.
Kota Misrata, atau sekitar 210 kilometer dari Tripoli, sepenuhnya telah dikuasai. Seorang dokter kepada Arab News mengatakan situasi terakhir kota Misrata sudah tenang. "Toko dan apotik sudah mulai buka kembali tapi stok obat-obatan mulai berkurang," kata dokter yang tak disebut namanya itu, Ahad (27/2).
Jum'at malam lalu, perkelahian masih sempat terjadi di Bandara Misrata hingga ke arah selatan kota. Sebanyak 25 demonstran tewas ditangan pendukung pemimpin Libya Moammar Qadhafi. Sekarang, sebagian kecil dari bandara telah buka. Landasan pacu telah berada dalam kendali kelompok oposisi.
Meski telah dikuasai oposisi, landasan pacu belum digunakan karena kelompok pendukung Qadhafi masih bersembunyi dan membahayakan.
Pelabuhan laut Misrata aman dibawah kendali oposisi. Kapal dari Inggris dan Malta telah berlabuh, mengevakuasi warga asing antara lain warga Italia, Malta, dan China.
Selain di Tripoli dan Misrata, oposisi telah menguasai Sabratha, kota di sebelah barat Tripoli. Seorang warga, Khalid Ahmed, mengatakan di sana tak ada polisi atau kekuatan militer yang mendukung Qadhafi.
Pada Sabtu kemarin seorang militer berpangkat brigadir jenderal ditangkap berserta prajuritnya saat ingin mengambil alih landasan udara di timur Tripoli.
Penduduk Tripoli sebelah timur Tajoura telah mengantisipasi serangan dari pendukung Qadhafi. Mereka meletakkan balok-balok, batu-batu besar, bahkan menebang pohon palem sebagai penghalang kelompok pro-Qadhafi memasuki kawasan itu.
ARABNEWS | AQIDA SWAMURTI
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Lepas Empat Istrinya, Eyang Subur Tak Perlu Cerai
- Djokovic Bisa Jegal Nadal di Semifinal
- Saksi Penyerangan Cebongan Tak Mau Beri Keterangan
- MI5 Dituding Coba Rekrut Tersangka Kasus Woolwich
- Bupati Aceh Utara Dianggap Berpikiran Sempit
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
- Tangkal Virus Corona, Kemenkes Siapkan 8 Program
Berita Utama Dunia
- Bos IMF Jadi Saksi Diawasi dalam Kasus Arbitrase
- Pemilu Iran, Inilah Profil 8 Calon Presiden
- Jembatan Antar-Pulau di Washington Ambruk
- Pengacara Kirim Petisi ke Pentagon Soal Guantanamo
- Gara-gara Pisang, Guru Ini Diskors
- Cameron: Serangan di London Tak Terkait Islam
- Kakek 80 Tahun Sukses Taklukkan Everest














