foto

Pengasapan. TEMPO/Imam Sukamto

Demam Berdarah Serang Sleman  

TEMPO Interaktif, Jakarta -Penyakit demam berdarah dengue (DBD) telah menjankiti warga Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hingga minggu ketiga Februari 2011, sudah ada 31 warga yang terjangkit penyakit yang ditimbulkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut.

“Wilayah yang terserang penyakit demam berdarah kebanyakan di wilayah Sleman timur,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini, Minggu (27/2).

Wilayah Sleman timur itu adalah Kecamatan Kalasan sebanyak 6 penderita, Kecamatan Depok 7 penderita, Kecamatan Sleman 6 penderita dan sisanya menyebar ke beberapa kecamatan.

Mafilindati mengatakan saat ini hujan hampir setiap hari mengguyur DIY sehingga dipastikan banyak genangan air yang menjadi sarang nyamuk. Akibatnya, diperkirakan penderita DBD makin bertambah karena jentik-jentik nyamuk akan cepat berkembang biak dalam kubangan air.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil monitoring lapangan dari tim Kelompok Kerja Operasional Penanggulangan DBD Kabupaten Sleman di 5 dusun wilayah kecamatan, angka bebas jentik tidak ada yang di atas 95 persen. Hal itu menunjukkan masih adanya nyamuk yang berada di lingkungan warga sehingga partisipasi warga dinilai belum optimal untuk mencegah penyebaran DBD di wilayah masing-masing.

“Wilayah yang angka jentik-jentiknya rendah, masih ada kemungkinan terserang,” kata dia.

Ia berharap, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, disepakati adanya reward dan punishment tergantung kearifan lokal setempat. Hal itu untuk gerakan Pemantauan Jentik Berkala, Pemberantasan Sarang Nyamuk, dan lainn-lain. Masyarakat diminta memberikan hadiah kepada warga yang lingkungannya bebas dari nyamuk dan jentik. Namun, yang bak kamar mandi atau di sekitar rumahnya ada genangan air dan menjadi sumber jentik, diberi “hukuman” tergantung masyarakat sendiri.

”Siklus demam berdarah dengue dipengaruhi iklim global dan lingkungan serta perilaku masyarakat,” kata Mafilindati.

Gerakan memberantas nyamuk juga telah dilakukan di beberapa wilayah, seperti di Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak dengan pengasapan dan gerakan menutup, menguras, mengubur, dan menggunakan obat anti nyamuk.

“Kami menggalakkan kerja bakti hampir setiap minggu untuk membersihkan lingkungan, selain menjaga kebersihan juga untuk membasmi sarang nyamuk,” kata Sunardi, perangkat dusun di Wedomartani.

Muh Syaifullah