Tifatul Sembiring. TEMPO/Imam Sukamto
Senin, 28 Februari 2011 | 15:26 WIB
Tifatul Minta Dipo Alam dan Metro TV Berkomunikasi
TEMPO Interaktif, Jakarta - Perseteruan antara Dipo Alam dan Metro TV sepekan terakhir ini dikomentari Menteri Komunikasi dan Informasi, Tifatul Sembiring. Menurut Tifatul, seharusnya Dipo dan redaksi Metro TV melakukan komunikasi untuk mencari jalan tengah dari perseteruan mereka. "Jadi baiknya selesaikan dengan komunikasi, saling minta maaf, berangkulan, dan selesai," kata Tiffatul di kantornya, Senin (28/2).
Konflik Dipo Alam dan Metro TV bermula ketika Sekretaris Kabinet ini menghimbau kepada seluruh instansi pemerintahan untuk tidak memasang iklan pada media yang selalu menyerang pemerintah. Dia menyebut tiga media, yaitu Metro TV, TVOne, dan Media Indonesia. Akibat pernyataan ini, Metro TV mensomasi Dipo dan melaporkannya ke polisi setelah tenggatnya dilewati. Dipo balik melaporkan metro TV ke Dewan Pers karena running text yang dimuat Metro TV dianggap menyudutkannya.
Mengenai pernyataan Dipo yang menyebut Metro TV menyebar kebencian terhadap pemerintah, Tifatul mengatakan, itu pendapat pribadi Dipo sebagai kegundahan dia melihat adanya media yang tidak berimbang dalam memberitakan sesuatu. Pemerintah, terutama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tidak pernah membelenggu kebebasan pers. "Pernyataan Presiden di Kupang, pers bebas dan dijamin oleh undang-undang. Itu pernyataan beliau," kata dia.
Tiffatul sendiri menganggap tidak seharusnya konten pemberitaan menjadi masalah besar. Karena banyak masalah negara yang lebih substansial, seperti mafia pajak. "Tersinggung atau bagaimana, saya heran. Hal gini, soal tersinggung, sudah berkali-kali orang tersinggung. Tapi masalah ini tidak substansial," ujarnya.
CORNILA DESYANA





