Gudang beras Bulog. TEMPO/Seto Wardhana
Topik
Bulog Peroleh Dana Raskin Rp 7,5 Triliun
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah akan memberikan dana public service obligation kepada Bulog sebesar Rp 7,5 triliun guna pengadaan beras untuk rakyat miskin (raskin). Jumlah itu setara dengan separuh kebutuhan Bulog untuk pengadaan raskin.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan pemberian dana PSO ini akan meringankan beban Bulog yang selama ini harus meminjam ke perbankan untuk pengadaan beras raskin . “Dengan pemberian dana ini Bulog tidak terbebani pembayaran bunga,” kata Agus, hari ini.
Lewat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 125/PMK.02/2010 tentang Subsidi Beras Bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah, pagu dana raskin sebesar 50 persen akan dibayar lebih awal untuk membantu Bulog melakukan pembelian terlebih dulu tanpa harus meminjam dana ke perbankan. "Ini bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat lemah," kata Agus.
Staf Ahli Menteri Keuangan bidang Pengeluaran, Ki Agus Ahmad Baharuddin mengatakan dengan skema tersebut Bulog bisa menghemat anggaran sekitar Rp 1 triliun yang merupakan besaran bunga yang mesti dibayar Bulog ke perbankan.
Dengan pemberian dana PSO diawal tahun sebesar Rp 7,5 triliun, ada penghematan sebesar Rp 500 milliar yang merupakan pencairan anggaran raskin untuk kebutuhan enam bulan. Adapun sisa pagu yang 50 persennya lagi yang sebesar Rp 7,5 triliun akan dibayar pemerintah per kuartal. “Sehingga penghematan karena tidak membayar bunga tersebut bisa mencapai Rp 1 triliun."
Ki Agus menjelaskan dengan adanya potensi penghematan tersebut, tiga kemungkinan yang bisa dilakukan pemerintah, yakni menaikkan Harga Pembelian Pemerintah untuk beras, menambah kuota raskin dan mengurangi beban subsidi raskin dalam APBN.
IQBAL MUHTAROM





