foto

Demo Buruh Migrant/TEMPO/Gita Carla

Gabungan Organisasi Buruh Mengecam Pernyataan Marzuki Ali  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Tajamnya pisau belati tak setajam lidah. Begitulah bunyi pepatah. Musabab pernyataannya yang kemudian dikutif situs berita online detik.com, Marzuki Ali dikecam sejumlah organisasi. Ketua Dewan Pimpinan Rakyat itu dianggap menghina dan memfitnah buruh migrant.

 

Hari ini, Senin (28/2) kecaman itu datang dari Gabungan organisasi yang memperhatikan nasib para Pekerja Rumah Tangga (PRT) dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terdiri dari Migrant CARE Jala PRT, Asosiasi Tenaga Kerja di Indonesia (ATKI), dan  INFID. Mereka mengecam keras atas tindakan ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Marzuki Ali atas pernyataannya pada Sabtu, (26/02) lalu.

"kami memang mengecam pernyataan Marzuki Ali, yang telah merendahkan, menghina dan memfitnah Buruh Migran Indonesia (BMI)," kata Rama Supriyani dari ATKI, yang ditemui di Kantor Migran CARE, Rawamangun, Jakarta Timur.

Seharusnya menurut Rama sebagai wakil rakyat, Marzuki lebih mengkritik kinerja pemerintahaan yang tidak berpihak pada masalah Buruh Migran Indonesia (BMI).

Sabtu lalu, Marzuki dalam sebuah diskusi di bilangan Senayan sesuai yang dikutip di press realease Migrain Care mengatakan bahwa,"TKI-PRT telah membuat Citra Indonesia buruk. (Mereka) layak diseterika karena kesalahannya menyeterika pakaian majikannya. Suka berpura-pura gila. Penggoda anak majikan karena ingin punya anak berhidung mancung".

Pernyataan Marzuki tersebut langsung mendapat reaksi keras dari berbagai pekerja rumah tangga di luar negeri seperti di Hongkong, Singapura dan diberbagai negara lain-lain.

"Saya kira apa yang dilakukan PRT kita diberbagai negara baik di dalam dan di luar jauh lebih terhormat dari pada negara ini yang hanya menerima devisa mereka tanpa mampu melindungi,"ujar Direktur eksekutif Migrant Care Anis Hidayah.

Mia Umi Kartikawati