TEMPO
Topik
DPR Akan Studi Banding Ke Amerika Serikat dan Inggris
TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebanyak 19 anggota Panita Kerja Rancangan Undang Undang Akuntan Publik Dewan Perwakilan Rakyat berencana melakukan kunjungan ke Amerika Serikat dan Inggris pertengahan Maret nanti. “Kami akan mempelajari model pengawasan di kedua negara tersebut,” kata anggota Panja Muhammad Hatta saat dihubungi Tempo, Selasa (1/3).
Hatta menjelaskan kedua negara tersebut menerapkan dua model pengawasan yang berbeda terhadap kantor akuntan publik. Di Amerika, akuntan publik berada dibawah pengawasan konsil yang anggotanya berasal dari pemerintah, masyarakat, universitas dan akuntan publik.
Sedangkan di Inggris, kata Hatta kantor akuntan publik berada dibawah pengawasan penuh menteri keuangan. “Dua model ini nanti yang akan kami pelajari, kelebihan dan kekurangannya,” kata Hatta anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional ini.
Hatta mengakui pembahasan tentang model pengawasan ini menemui jalan buntu karena kurangnya pengetahuan anggota Panja atas model Konsil dan pengawasan dibawah menteri keuangan tersebut.
Pemerintah dalam daftar isian masalah (DIM) menginginkan pengawasan berada dibawah menteri keuangan. Namun, kata Hatta dalam perkembangan rapat-rapat di panja muncul ide Konsil yang diterapkan di Amerika Serikat.
Sejauh ini, Hata mengatakan anggota panja masih belum mengetahui kelebihan dan kekurangan kedua model pengawasan tersebut. “Ini yang nantinya kami akan pelajari disana,” katanya.
Pengawasan kantor akuntan publik ini menjadi salah satu pasal krusial dalam pembahasan RUU Akuntan Publik. Menurut Hatta pengawasan ini diperlukan karena berkaitan dengan keberadaan sejumlah kantor akuntan publik asing di Indonesia.
Selama ini banyak lembaga pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara yang memanfaatkan jasa kantor akuntan publik seperti Price Waterhouse Coopers dan Ernst & Young dalam melakukan audit laporan keuangan. “Ini kan menyangkut data-data milik negara dan pemerintah jangan sampai dibawa ke kantor pusatnya yang ada diluar negeri,” katanya.
IQBAL MUHTAROM





