Indosat. Tempo/Panca Syurkani
Infografis
Pendapatan Naik, Laba Indosat Malah Turun 56,8 Persen
TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan pendapatan usaha (konsolidasi) hingga akhir 2010 sebesar Rp 19,79 triliun atau naik 5,2 persen dibanding periode sebelumnya. Sumbangan terbesar disetor dari pendapatan usaha selular yang mencapai Rp 16,03 triliun atau tumbuh 12,1 persen dibanding periode sama tahun lalu. Sementara lini bisnis nonselular turun 16,7 persen menjadi Rp 3,77 triliun.
Kinerja operasional perseroan membaik. Ditunjukkan dengan peningkatan marjin EBITDA sebesar 2 persen dibandingkan persentase pada 2009, menjadi 48,6 persen. Basis pelanggan selular juga tumbuh siginifikan menjadi lebih dari 44 juta, naik dari 33 juta periode sebelumnya.
Namun, meski pendapatan usaha naik, pada akhir periode akuntansinya, Indosat justru mengalami penurunan laba. Laba bersih perseroan tergerus 56,8 triliun menjadi Rp 647,2 miliar, dari sebelumnya Rp 1,49 triliun. Sehingga earning per share (laba bersih per lembar saham) juga turun dari Rp 275,7 per lembar menjadi Rp 119,1 per lembar.
"Penurunan laba akibat menurunnya laba atas kurs, meningkatnya jumlah beban pendanaan dan peningkatan beban penyusutan dan amortisasi," kata Direktur Utama Indosat Harry Sasongko dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia, Jakarta Rabu (2/3).
Tahun lalu, manajemen melakukan percepatan pelunasan utang ke Bank BCA sebesar Rp 1,3 triliun, Bank DBS sebesar Rp 400 miliar, dan Bank Mandiri Rp 900 miliar. Perseroan juga melunasi obligasi yang jatuh tempo 2010 sebesar US$ 234 juta, pelunasan awal obligasi dolar yang jatuh tempo 2012 sebesar US$ 109 juta, dan pembayaran obligasi rupiah yang jatuh tempo 2010 sebesar Rp 640 miliar. Sehingga total utang Indosat menjadi Rp 24,063 triliun.
Harry mengatakan performa perusahaan terus membaik meskipun terjadi peningkatan tekanan kompetisi di triwulan keempat 2010. Peningkatan marjin EBITDA, imbuhnya, juga menunjukkan kemajuan dari program efisiensi biaya. Perseroan mencatat kenaikan EBITDA sebesar 9,7 persen menjadi Rp 9,625 triliun.
AGUS SUPRIYANTO





